<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MIIQ Darul Mujawwidin</title>
	<atom:link href="http://miiqdm.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://miiqdm.wordpress.com</link>
	<description>Madrasah Ibtidaiyah Ilmu Al Quran Darul Mujadwwidin Jl. KH Hasyim Asy'ari Kepanjen-Malang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Jul 2008 17:27:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='miiqdm.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MIIQ Darul Mujawwidin</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://miiqdm.wordpress.com/osd.xml" title="MIIQ Darul Mujawwidin" />
	<atom:link rel='hub' href='http://miiqdm.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>10 INDIKASI ALIRAN SESAT</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/07/06/10-indikasi-aliran-sesat/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/07/06/10-indikasi-aliran-sesat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 05:50:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[( Adakah ia berada di sekitar kita? ) M. Kamilun Muhtadi Ada 10 indikasi sebagai cirri-ciri aliran sesat yang di sampaikan dalam penutupan rakernas Majlis Ulama Indonesia di Jakarta, hari Selasa 06 November yang lalu. Sepuluh indikasi itu adalah: 1. Mengingkari salah satu dari rukun Iman yang 6 2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=144&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>( Adakah ia berada di sekitar kita? )<br />
M. Kamilun Muhtadi</strong></p>
<p>Ada 10 indikasi sebagai cirri-ciri aliran sesat yang di sampaikan dalam penutupan rakernas Majlis Ulama Indonesia di Jakarta, hari Selasa 06 November yang lalu. Sepuluh indikasi itu adalah:<br />
<span id="more-144"></span>1. Mengingkari salah satu dari rukun Iman yang 6<br />
2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Al Qur’an dan Assunnah.<br />
3. Meyakini turunnya wahtu setelah Al Qur’an.<br />
4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al Qur’an.<br />
5. Melakukan penafsiran Al Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.<br />
6. Mengingkari kedidikan hadits Nabi sebagai sumber ajran Islam.<br />
7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul.<br />
8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir.<br />
9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan secara syariah, seperti haji tidak ke Baitullah, Mekkah, Shalat wajib tidak 5 waktu.<br />
10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’I seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.</p>
<p><strong>NABI PALSU, NABI GADUNGAN, PENDUSTA, PENGHINA ISLAM YANG HARUS DITINDAK</strong></p>
<p>Ketika Rasulullah SAW wafat, sejumlah kabilah Arab murtad. Yang paling berbahaua, diantaranya, adalah kelompok Bani Hanifah yang dipimpin Musailamah al Kadzdzab. Jumlah mereka mencapai 40 ribu orang.</p>
<p>Pasukan kaum muslimin yang pertama kali menyerang Musailamah dipimpin Ikrimah bin Abu Jahal. Pasukan ini dapat dikalahkan oleh tentara Musaikamah sehingga lari kocar-kacir dan Ikrimah sendiri gugur sebagai syahid.</p>
<p>Melihat kegagalan pasukan itu, Khalifah Abu Bakar segera mengirim pasukan yang dipimpin langsung Khalid bin Walid, seorang sahabat yang dijuluki Pedang Allah yang Terhunus (Saifullah al Maslul). Psukan Khalid bertemu pasukan Musailamah di medan Yamamah. Pertempuran meletus. Ternyata pasukan Musailamah lebih unggul sehingga mereka berhasil mendisak pasukan Khalid. Bahkan mereka berhasil menyerbut perkemahan kauk Musliman, istri Khalid bin Wali nyaris terbunuh hingga khirnya diselamatkan oleh pengawal.</p>
<p>Menyaksikan kondisi itu, Khalid bin Walid segera mengatur pasukan. Kaum Muhajirin dan Anshar serta para prajurit yang terdiri dari anak-anak muda dipisahkan sesuai kelompoknya masing-masing. Setiap kelo,pok dikepalai sorang komandan. Dengan begitu ia lebih bisa mengontrol kesanggupan masing-masing kelompok.</p>
<p>Ketika dua pasukan kembali bertemu, tentara Muslimin memperhatikan kemempuannya. Satu persatu tentara Musailamah tewas. Melihat prajuritnya berguguran, Musaikamah dan kawan-kawannya gentar. Mereka lari ketakutan dan berlindung di sebuah benteng yang dikenal dengan Kebun Maut.</p>
<p>Tempat ini adalah benteng terakhir Musailamah bersama pasukannya. Pagarnya atinggi dan kokoh. Musailamah dan pasukannya mengunci pintu rapat-rapat. Dari puncak bentengm mereka menghujani kaum Muslimin yang berusaha menerobos masuk dengan panah!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/144/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/144/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=144&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/07/06/10-indikasi-aliran-sesat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rumah</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/07/06/rumah/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/07/06/rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 05:45:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[M. Kamilun Muhtadi Berbicara tentang RUMAH, perhatian kita seringkali lebih tercurahkan kepada hal-hal yang berkaitan dengan pemilihan dan penempatan perabot rumah tangga, pemilihan warna cat, ukuran serta bentuk ruang, hiasan dinding, pagar yang artistik dan lain sebagainya. Bahkan tidak jarang pula perhatian kita terfokus pada kegiatan-kegiatan men”design” ulang ataupun mengganti peralatan-peralatan dan perabot-perabot yang ada, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=141&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>M. Kamilun Muhtadi</strong></p>
<p>Berbicara tentang RUMAH, perhatian kita seringkali lebih tercurahkan kepada hal-hal yang berkaitan dengan pemilihan dan penempatan perabot rumah tangga, pemilihan warna cat, ukuran <span id="more-141"></span>serta bentuk ruang, hiasan dinding, pagar yang artistik dan lain sebagainya.</p>
<p>Bahkan tidak jarang pula perhatian kita terfokus pada kegiatan-kegiatan men”design” ulang ataupun mengganti peralatan-peralatan dan perabot-perabot yang ada, kendati masih baik ataupun relatif masih baru, misalnya membongkar ruang tamu, meletakkan karpet baru, menambah kamar studi, ada ruang untuk istirahat, mengganti porselen kamar mandi, membangun kolam renang yang lebih besar dan lain-lain yang kesemuanya itu diperkirakan atau diharapkan mampu menggugah suatu nuansa dan muatan psikologik yang menyenangkan. Penataan dan perubahan-perubahan di atas sifatnya sangat fisik belaka, namun memang diakui cukup membantu terciptanya (warna-warni) keasyikan dalam kehidupan rumah tangga yakni menciptakan suasanan yang bisa dihayati dan disukai oleh semua anggota keluarga khususnya oleh penghuni-penghuni ruangan yang bersangkutan. Pendek kata harapannya adalah semua akan leih “Feeling home”, betah di rumah. Padahal yang paling dusukai anak-anak bukanlah hal-hal fisik semata tetapi yang jauh lebih utama yakni situasi pencipitaan sosial ataupun secara sosiologis rumah yang diliputi kebersamaan, kahangatan, rasa aman dan kasih sayang dalam lingkungan pribadi setiap anggotanya sehingga pada akhirnya akan tercapai rumah tangga yang mawadddah wa rahmah.</p>
<p>Penataan sosial tersebut menjadi semakin krusial seperti bagaimana pola hubungan antara anggota keluarga tak terkecuali kakak dan adiknya, dengan pembantu (jika ada), cara berkomunikasi, kekompakan  yang bisa ditunjukkan dengan senyuman, jabatan tangan dengan mencium tangan Ibu, Ayah dan kakak serta tak ketinggalan restu Ibu dan Ayah untuk para putra-putrinya. Ada pemberian ‘REWARD’ (hadiah) disamping ada Punishment hukuman yang sangat pedagogis dan bersifat mendidik. Penting pula diingat perlunya diciptakan penataan psikologis seperti misalnya menyangkut masalah emosional, seperti cara membangun empati ataupun rasa simpati, ada (punya) rasa “WELAS ASIH” bisa memahami perasaan, kebutuhan dan penderitaan orang lain. Penataan Psikologi itu amat sangat diperlukan agar suasana rumah yang dihayati tidak kering kerontang melainkan ada “EMBUN SEJUK’ ada rasa senang, gembira atau canda ria tetapi juga ada rasa dan hasrat menularkan kasih sayang, rasa iba kepada sesama.</p>
<p>Dengan demikian maka bila kita berbicara tentang rumah bukan hanya bangunan dan serba perabotannya tetapi lebih dari pada itu, yakni adanya nuansa yang mengikat anggota-angggota keluarga dengan ikatan batin yang tulus, ada jejaring masal / keturunan yang sehat, halus lagi kuat dan juga jalinan kasih sayang serta saling komlementer dilandasi rasa hormat dan saling mencintai.</p>
<p>Mengapa rumah itu harus mendapatkan perhatian kita secara seksama?<br />
Rummah adalah tempat membimbing dan mendidik anak-anak yang pertama dan utama (sebelum lembaga sekolah) agar pengembangan dan perkembangan fisiknya (mulai otot-ototnya), psikologi, sosialnya, kepekaan rasa kemanusiaan dan paling penting adalah Aqidahnya dapat tumbuh secara gradual sesuai dengan perkembangan umumnya, proporsional seiring dengan daya intelegensinya.<br />
Rumah juga sering berfungsi sebagai tempat yang “menyehatkan” jasmani dan rohani serta berfungsi mendorong terciptanya kebahagiaan dan kesejahteraan.</p>
<p>Dalam Webster’s New International Dictionary, kita temukan kata kebahagiaan atau happiness adalah suatu keadaan yang ditandai dengan suasana emosi yang nyaman, rasa aman, senang dan memperoleh kepuasan dalam memenuhi kebutuhan (jadi lebih kepada manajemen Qalbunya / Hatinya).</p>
<p>Adapun kesejahteraan menurut kamus tersebut menggambarkan situasi kerja yang menunjukkan kesuksesan dan kemakmuran (jadi ada kepuasan kerja dan imbalannya).</p>
<p>Dengan demikian dapatlah dikatakan, bahwa hidup sejahtera adalah kehidupan yang mendapat limpahan nikmat Allah yang biasanya bersifat material, sehingga terpenuhi kebutuhan jasmani, sedang hidup bahagia adalah kehidupan yang beroleh rahmat Allah, sehingga timbullah ketenangan dan ketentraman jiwa.</p>
<p>Nah inilah kunci sabda Nabi SAW “Baiti Jannati” (Rumahku sorgaku), sabda pendek yang kepada masing-masing pribadi muslim berkewaiban mewuudkan rumah yang menyenangkan, rumah yang damai dan sejahtera, terciptanya keharmonisan keluarga, suasana yang sehat lahir batin dan selalu ada rasa puas (berkat rahmat Allah) serta ketentraman, kerukunan yang tentram temaran.<br />
Jadi tanggung jawab orang tua meng”ayomi”  dam meng”ayemi” anak-anak serta seluruh keluarga: melindungi, memberikan ketenangan, “pendingin” rohani dan mencegah pertikaian, perselisihan, pertengkaran apalagi tindak kekerasan (KDRT). Ingat-ingat bahwa rumah adalah sorga yang semuanya indah menawan hati sehingga melahirkan anak-anak yang CERIA.</p>
<p>Andai saja ada perbedaan-perbedaan diantara suami istri maka haruslah dibicarakan secara perlahan-lahan tanpa suara keras, dibicarakan secara khusus terutama ketika anak-anak sedah tidur. Waspadailah bahwa kita adalah CERMIN bagi anak-anak kita. Ada baiknya kita wujudkan slogan / jargon atau sasanti / semboyan: MLEBU METU OMAH ORA KENO SUSAH, itulah rumah yang surgawi. Caranya?</p>
<p>1. Ingat kepada Allah Ta’ala ketika masuk rumah dan berdo’a<br />
(Allahumma inni as’aluka khairol maulaji wa khairal makharaji Bismillahi walajna wa bismillahi kharajna wa’alallhi Rabbina tawakkalnua).<br />
“Ya Allah, aku memohon kepada Paduka akan kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar. Dengan asma Paduka kami masuk dan dengan asma Paduka kami keluar, serta kepada Allah, Rabb kami, kami bertawakkal.”</p>
<p>Kemudian menyampaikan salam kepada keluarganya (Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud R.A).<br />
2. Adapun bacaan keluar rumah sesuai dengan sabda kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah:<br />
“Bismillahi tawakkaltu ‘alallah wa la haula wala quawwata illa billah”.<br />
“Dengan menyebut asma Allah, aku bertawakkal kepada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”</p>
<p>Semoga dengan ini semua, kita akan memperoleh hidayah, petunjuk dan bimbingan Allah dalam segala urusan dunia dan akhirat dan akhirnya rumah kita menjadi rumah yang surgawi. Amiin.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/141/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/141/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=141&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/07/06/rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ummatan Khoiriyah</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/28/ummatan-khoiriyah/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/28/ummatan-khoiriyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 22:22:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Allah SWT telah menetapkan kita sebagai UMMATAN KHOIRIYAH (ummat Terbaik) yang terpilih menjadi ummat Nabi Muhammad SAW, Nabi yang terbaik pula. Berdasarkan firman Allah swt di dalam Surat Ali Imron 110: “Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah”. Berdasarkan ayat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=102&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah SWT telah menetapkan kita sebagai UMMATAN KHOIRIYAH (ummat Terbaik)  yang terpilih menjadi ummat Nabi Muhammad SAW, Nabi yang terbaik pula. Berdasarkan firman Allah swt di dalam <span id="more-102"></span>Surat Ali Imron 110: “Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah”.</p>
<p>Berdasarkan ayat di atas, maka kita harus menyadari bahwa amar ma’ruf dan nahi mungkar merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim, sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Amar ma’ruf artinya memerintahkan atau mengajak manusia agar berbat baik, berbuat kebajikan, berbuat sesuatu yang diridloi oleh Allah. Patuh kiranya disampaikan perbuatan-perbuatan yang baik seperti antara lain: selalu berbakti kepada kedua orang tua, bergaul dengan istri secara baik, bersilaturrahim, berbuat baik kepada tentangga, bersemangat mencari ilmu dan aktifitas lain-lain yang tergolong akan mendapatkan pertolongan dan pembelaan dari Allah. Adapun yang dimaksud nahi mungkar adalah mencegah semua perbuatan yang tidak sesuai dan dilarang oleh agama, yang mengakibatkan kehinaan dan kerusakan. Misalnya: membuka aib orang lain, mencaci maki teman sejawat, menghina sesama manusia, mencuri, berjudi, korupsi, berzina, merampas hak orang lain, membunuh dan sebagainya yang termasuk perbuatan mungkar. Perbuatan-perbuatan tersebut mnimbulkan kerusakan, permusuhan, kesengsaraan, perpecahan, kerugian dan kehinaan.</p>
<p>Kita akan tetap berpredikat sebagai sebaik-baik ummat, selama kita konsisten, istiqomah alam menegakkan amar ma’ruf dan nahi mungkar, sebagaimana diperintahkan dalam ayat tadi. Tetapi apabila kita meninggalkan amar ma’ruf dan nahi mungkar, maka predikat itu bisa gugur karenanya. Na’udzubillahi min dzalik. Demikian pentingnya amar ma’ruf, nahi mungkar sehingga menjadi fardlu kifayah (kewajibab kolektif) bagi kaum muslim yang sudah mukallaf, baik lelaki atau perempuan. Hal ini mengingat sifat dan pembawaan manusia yang khilaf dan juga sifat manusia yang memiliki nafsu yang cecderung melakukan perbuatan jahat. Agar dapat melaksanakan dua pekerjaan mulia itu, maka hendaknya kita tanamkan prinsip kebajikan dalam hati sanbari kita, sehingga kita menjadi manusia unggul yang cinta kepada Allah dan cinta kepada sesama hamba Allah, dengan demikian kita bisa memiliki sikap berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan dan berlomba-lomba saling menjauhi kejahatan.</p>
<p>Jadi berbuat baik yang utama dan pertama adalah berbuat baik terhadap diri kita sendiri, setelah itu berbuat baik kepada keluarga, kerabat, sanak famili, handai taulan, tetangga kemudian masyarakat umum. An Nabi Muhammad SAW bersabda: “Kebajikan merupakan salah satu dari pintu surga. Ia dapat menghindarkan pelakunya dari kejahatan yang menghancurkan”. (H.R. Imam Abu Syaikh, hadits melalui Ibnu Umar RA.)</p>
<p>Terhadap orang yang memerintah orang lain berbuat kebaikan sementara dirinya sendiri tidak melakukannya, maka orang yang demikian akan mendapat kemurkaan Allah SWT sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang kamu sendiri tidak melakukannya? Allah amat murka apabila kamu berkata tentang sesuatu, padahal kamu sendiri tidak melakukannya”/ (QS Ash Shaf: 2-3)  </p>
<p>Selanjutnya bilamana terjadi suatu kemungkaran disuatu tempat dan tidak ada sorangpun yang mau menegur atau melarangnya, maka seluruh penduduk kampung itu akan mendapat murka Allah dan akan menurunkan adzab-Nya. Itulah sebabnya kita senantiasa mohon kepada Allah SWT agar kita senantiasa dapat ber amar ma’ruf, nahi mungkar terlebih-lebih di era “Penistaan” agama yang marak terjadi di tanah air kita dewasa ini. Maka semogalah peringatan keras Allah tidak mengenai kita semua.<br />
“Telah dikutuk Allah orang-orang kafir dan Bani Isra’il dengan lidah Dawud dan Isa putra Maryam, yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melewati batas. Mereka satu sama lain tidak melarang perbuatan mungkar yang mereka lakukan. Sungguh amat buruk apa yang mereka kerjakan”. (QS Al Maidah : 78-79)</p>
<p>Semoga pulalah kita dapat amar ma’ruf, nahi mungkar dengan mengaplikasikan ajaran Islam secara utuh di rumah. Orang mukmin mempunyai tanggung jawab terhadap keluarnyanya. Firman Allah:<br />
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (QS At Tharim ;6) </p>
<p>Seorang mukmin selalu berusaha mengimplementasikan amar ma’ruf, nahi mungkar minimal pada dirinya dan keluarganya. Semoga kita termasuk UMMATAN KHOIRIYAH (ummat yang Terbaik).  Amiin</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/102/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/102/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=102&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/28/ummatan-khoiriyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abul Qosim Al Qusyairy</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/28/gelora-rindu/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/28/gelora-rindu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 04:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Gelora Rindu “Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.s. Al-Ankabut: 5) Atha’ bin as-Sa’ib menuturkan bahwa ayahnya menceritakan kepadanya, “Suatu ketika Ammar bin Yasir mengimami kami shalat dan dia mempercepatnya. Aku berkata, Anda tergesa-gesa dalam mengimami shalat, wahai Abul Yaqzan.’ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=109&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gelora Rindu</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">“Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti <span id="more-109"></span>datang. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.s. Al-Ankabut: 5)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Atha’ bin as-Sa’ib menuturkan bahwa ayahnya menceritakan kepadanya, “Suatu ketika Ammar bin Yasir mengimami kami shalat dan dia mempercepatnya. Aku berkata, Anda tergesa-gesa dalam mengimami shalat, wahai Abul Yaqzan.’ Dia menjawab, ‘Hal itu tidak ada salahnya, karena aku memanjatkan kepada Allah sebuah doa yang pernah kudengar dari Rasulullah Saw’, Ketika hendak beranjak, salah seorang jamaah mengikutinya dan bertanya kepadanya tentang doa yang dibacanya itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Dia pun mengulanginya, ‘Ya Allah, dengan ilmu­-Mu yang ghaib dan dengan kekuasaan-Mu atas semua makhluk, hidupkanlah aku jika Engkau tahu bahwa hidup itu membawa kebaikan untukku, dan matikanlah aku jika Engkau tahu bahwa mati itu membawa kebaikan untukku. Ya Allah aku meminta kepada-Mu agar aku takut kepada-Mu dalam semua perkara, baik yang nyata maupun yang ghaib. Aku memohon kepada-Mu ungkapan yang benar ketika aku senang maupun ketika aku marah. Aku mohon kepada-Mu kesederhanaan dalam kekayaan maupun kemiskinan. Aku mohon kepada-Mu kesenangan yang abadi, dan kesejukan jiwa yang tak terputus. Aku mohon kepada-Mu keridhaan dengan apa yang telah ditentukan. Dan aku mohon kepada-Mu kehidupan yang sejuk sesudah mati. Aku memohon agar bisa melihat Wajah-Mu yang Mulia, dan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu tanpa bahaya yang mengancam, atau menjadi korban fitnah yang menyesatkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Ya Allah, hiasilah kami dengan keindahan iman. Ya Alah, jadikanlah kami sebagai pemberi petunjuk maupun penerima petunjuk’.” Rindu adalah keadaan gairah hati yang berharap untuk berjumpa dengan Sang Kekasih. Kadar rindu tergantung besar volume cinta. Saya mendengar Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq membedakan antara rindu dan hasrat yang bergolak, katanya, “Rindu ditentramkan oleh perjumpaan dan memandang. Sedangkan hasrat yang bergolak tidak sirna karena pertemuan.” Mengenai konteks ini para Sufi bersyair: <em>Mata tak pernah berpaling ketika memandang-Nya, Sehingga-kembali kepada-Nya, penuh gelora.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">An-Nashr Abadzy menyatakan, “Semua orang mempunyai tahap kerinduan. Namun tidak semuanya mengalami tahap gelora, dan siapa yang memasuki gelora itu, justru akan linglung, sehingga ia tidak dipandang lagi pengaruh atau kesan dan keteguhan.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Diceritakan bahwa Ahmad bin Hamid al-Aswad datang kepada Abdullah ibnul Mubarak dan berkata kepadanya, “Aku bermimpi engkau akan meninggal setahun lagi. Barangkali engkau harus bersiap-­siap untuk keluar dari dunia.” Abdullah ibnul Mubarak menjawab, “Engkau memberiku waktu yang lama, aku hidup sampai setahun penuh! Padahal aku selalu menyukai syair yang kudengar dari Abu Ali ats-Tsaqafy:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><em>Wahai yang tercekam rindu karena perpisahan panjang<span> </span>Bersabarlah, siapa tahu esok engkau bertemu SangKekasih.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Abu Utsman menuturkan, “Tanda rindu adalah mencintai kematian dengan hati yang ringan.”<br />
Yahya bin Mu’adz menyatakan, “Tanda rindu adalah membebaskan tubuh dari hawa nafsu.” Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq menuturkan, “Pada suatu hari Daud as. pergi sendirian ke padang pasir, kemudian Allah Swt. menurunkan wahyu kepadanya, ‘Wahai Daud, Aku tidak memandangmu sebagai orang yang sendirian!’ Daud menjawab, ‘Tuhanku, aku terpengaruh oleh kerinduan dalam hatiku untuk bertemu dengan-Mu, lantas terhalang antara diriku untuk bergaul dengan sesama manusia.’</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Maka Allah Swt berfirman: “Kembalilah kepada mereka. Sebab bila engkau mendatangi­-Ku bersama seorang hamba yang lari dari tuannya, Aku tetapkan dirimu di Lauh Mahfudz sebagai seorang arif yang bijak’.”</p>
<p>Diceritakan, ada seorang wanita tua yang didatangi oleh pemuda yang termasuk kerabatnya. Keluarga lainnya merasa gembira, namun wanita itu justru menangis tersedu. Ia ditanya, ‘Apa yang engkau tangisi?” Wanita itu menjawab, “Aku teringat kedatangan pemuda itu, jika kelak di hari kedatangan kita kepada Allah Swt.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Ketika Ahmad bin Atha’ ditanya tentang rindu, dia menjawab, “Jiwa yang terbakar, qalbu yang berkobar, dan jantung yang berkeping-keping.” Pada kesempatan lain dia ditanya, “Manakah yang lebih utama, rindu ataukah cinta?” Ibnu Atha’ menjawab, “Cinta, karena rindu terlahir dari cinta.”</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/109/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/109/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=109&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/28/gelora-rindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerdas Secara Spiritual</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/26/cerdas-secara-spiritual/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/26/cerdas-secara-spiritual/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 07:40:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Manusia adalah makhluq paling aneh dan penuh misteri. Sejak manusia ini ada sampai sekarang ini, pengetahuan manusia tentang dririnya belum lengkap sehingga difinisi tentang manusia itu beraneka raham dan berkembang terus. Perkembangan itu selaras dengan perkembangan sudut pandang serta pengetahuan tentang manusia itu sendiri. Plato, misalnya, memandang manusia sebagai kesatuan pikiran, kehendak, dan nafsu-nafsu. Memahami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=99&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia adalah makhluq paling aneh dan penuh misteri. Sejak manusia ini ada sampai sekarang ini, pengetahuan manusia tentang dririnya belum lengkap sehingga difinisi tentang manusia itu beraneka <span id="more-99"></span>raham dan berkembang terus. Perkembangan itu selaras dengan perkembangan sudut pandang serta pengetahuan tentang manusia itu sendiri. Plato, misalnya, memandang manusia sebagai kesatuan pikiran, kehendak, dan nafsu-nafsu.</p>
<p>Memahami manusia itu sangat penting, khsusnya dalam pendidikan. Lebih khusus lagi dalam kegiatan belajar dan membelajarkan karena yang berkepentingan serta menjadi sasaran pendidikan atau pembelajaran adalah manusia. Berbagai perubahan perlakuan dalam pendidikan terjadi karena pemahaman manusia atas manusia itu sendiri menimbulkan dinamika dalam sistem dan proses pendidikan dari waktu ke waktu serta dari satu tempat ke tempat lain. Sebagai contoh, perkembangan teori belajar, mulai dari behaviorismu, kognitivisme, konstruktivisme, social learning, psychodynamic, dan teori belajar hamanismu merupakan hasil penyempurnaan pemahaman atau hubungan pikiran dan perilaku manusia. Perkembangan tersebut mengakibatkan peranan guru serta perlakuan terhadap peserta didik dalam proses belajar dan membelajarkan mengalami banyak perubahan. Ketidak sempurnaan atau ketidak lengkapan pemahaman atas hakikat manusia tidak jarang mengakibatkan kekeliruan dalam menyusun teori serta kesalahan dalam melaksanakan kegiatan belajar  dan membelajarkan.</p>
<p>Dalam upaya mewujudkan hak-hak asasi manusia, pendiri bangsa ini membentuk suatu Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tugas yang luhur dan mulia, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Diyakini sungguh-sungguh bahwa kecerdasan, baik secara individu maupun secara kolektif, dapat membuat bangsa ini segera meninggalkan ketertinggalan dan membangun bangsa dan negaranya kearah peradaban yang memungkinkannya mampu berkolaborasi, bersaing dan hidup sejajar dengan bangsa lain.</p>
<p>Dalam amandemen UUD 1945, pasal 31 dipertegas, sistem pendidikan nasional merupakan sarana meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan bangsa. Dicantumkannya pernyataan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia itu selaras dengan asas yang dianut dalam sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) dalam Pancasila, dasar Negara RI. Dalam amandemen ayat (3) juga dicantumkan kembali pernyataan “dalam rangka mencerdaskan Bangsa”. Dengan demikian kehidupan bangsa Indonesia diharapkan tidak hanya cerdas berpikir dan bernalar, tetapi juga beriman dan berakhlak tetapi tidak cerdas berpikir dan bernalar sehingga tertinggal dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Diharapkan, terdapat keseimbangan antara keduanya, kualitas iman dan kualitas ilmu pengetahuan serta teknologi. Kesimbangan ini dianggap kurang diperhatikan sehingga sistem dan penyelenggaraan pendidikan sebelumnya kurang mampu membentuk manusia-manusia Indonesia yang cerdas dalam iman dan unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>Meningkatkan kecerdasan dapat dilakukan melalui proses pendidikan secara menyeluruh termasuk mereka yang memiliki kelainan fisik atau mental serta mereka yang mengalami kekurangan beruntungan dibidang sosial atau ekonomi. Kecerdasan bermakna luas. Robert J. Sternberg (1981), seorang ahli psikologi, mengartikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk:</p>
<p>(a) belajar,<br />
(b) menyesuaikan diri terhadap lingkungan,<br />
(c) mengadaptasikan diri terhadap situasi baru dan<br />
(d) memanfaatkan pengalaman. Agaknya sulit untuk membuat suatu definisi kecerdasan yang dapat mewadai semua sudut pandang dan semua kepentngan.</p>
<p>Dalam konteks pembelajaran, pemahaman atas kecerdasan yang dimiliki oleh setiap pembelajar sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah pembelajaran seperti apa yang perlu dipelajari dan bagaimana cara mempelajarinya. Sesuai dengan berbagai macam kecerdasan seperti Intelligence Quotients (IQ), Emotional Quotients (EQ), Adversity Quotients (AQ), Spiritual Quotients (SQ), Quantum Quotients (QQ), Dicipline Quotients (DQ), Creative Quotients (CQ), Multiple Quotients (MQ). Penemuan masing-masing jenis kecerdasan itu merupakan perkembangan pemahaman atas kecerdasan yang terpendam dalam diri manusia. Hasil-hasil penelitian membedakan indikator (ciri), pungsi, dan ukurang masing-masing jenis kecerdasan.</p>
<p><strong>KECERDASAN ATAS DASAR SPIRITUALITAS</strong></p>
<p>Manusia memang makhluk yang penuh dengan liku-liku misteri dan sulit dapat dipahami secara utuh, termasuk jenis kecerdasan yang dimilikinya. Penelitian tentang manusia berkembang terus dan mungkin tidak pernah tuntas dan berakhir. Lebih dari dua ribu tahun yang lalu, Plato mengatakan:<br />
Kemampuan memahami hakikat manusia<br />
Yang berasal dari roh dan<br />
Hidup menjadi bagian dari alam semesta<br />
Serta akan kembali kepenciptanya disebut SQ<br />
Atau kecerdasan spiritual</p>
<p>Kesengsaraan manusia pada dasarnya disebabkan kebodohan yang berakar pada ketidak mampuan manusia itu sendiri mengenali dirinya. Sampai sekaang pun kemampuan manusia mengenali dirinya  itu masih terbatas. Pengenalan diri yang dimaksud tidak hanya secara fisik, tetapi memahmi hakikat diri manusia itu sutuhnya. Oeh karena itu, para ahli terus menerus berupaya memahami potensi diri yang ada pada manusia. Keingintahuan yang lebih mendasar dan filsafati tentang manusia memotivasi dilakukannya penelitian-penelitian lebih lanjut. Memahami jenis kecerdasan manusia dengan IQ, EQ, dan AQ ternyata tidak menuntaskan kepuasan.</p>
<p>Hasil penelitian bertahun-tahun yang dilakukan Marshall, seorang ahli fisika dari Universitas Oxford, dan Danah Zohar, ahli Psikologi dari Universitas Harvard, menemukan Spiritual Quotiens (SQ) sebagai kecerdasan lain akan dapat didaya gunakan dengan baik apabila SQ itu difungsikan secara optimal. Keberhasilan seseorang dalam arti yang mendalam dan sesungguhnya detentukan oleh bagaimana ia menggunkan SQ.</p>
<p>SQ merupakan penggerak dalam menggunakan jenis-jenis kecerdasan lain secara sendiri-sendiri atau secara bersamaan. Hasil penelitian itu diperkuat oleh Michael Persinger, ahli Psikologi?saraf dan riset terakhir (1997) oleh V.S. Ramachandran, ahli syaraf, dan timnya dari Universitas California. Penelitian terakhir ini menemukan adanya God-Spot dalam otak manusia yang merupakan pusat spiritual yang terletak antara jaringan syaraf otak.</p>
<p>Banyak orang berpikir kalau berbicara masalah SQ berarti memasuki wilayah agama. Padahal spiritualitas dan agama adalah berbeda walaupun keduanya saling menunjang. Berdasarkan etimologi, kata Spiritual berasal dari bahasa latin, Spritus  yang artinya roh, jiwa, napas. Kata itu juga bermakna sikap, perasaan, dan kesadaran diri. Agama memberi kita pengetahuan bahwa dalam penciptaan manusia pertama, Tuhan meniupkan roh/jiwa ke tubuh manusia yang dibuat dari tanah. Dengan demikian manusia terdiri atas dua unsur : tubuh/jasad dan roh/jiwa. Ketika manusia ini meninggal, roh/jiwanya berpisah dengan tubuh/jasadnya. Roh/jiwa kembali ke penciptanya dan tubuh/jasad kembali keasalnya (tanah,debu). Setiap manusia, laki-laki atau perempuan berasal dari suku atau ras manapun, kaya atau miskin, pemeluk agama apapun, memiliki roh atau jiwa yang berasal dari Tuhan, hidup menyatu dengan alam semesta di dunia dan akan kembali kepada-Nya.</p>
<p>Kecerdasan spiritual memberikan kesadaran yang paling tinggi atas hakikat manusia bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari kemampuannya berpikir dan bernalar, mengendalikan emosi, atau melakukan terobosan-terobodsan jitu. Hal yang terutama ialah kemampuannya menyadari makna eksistensi dirinya dalam hubungannya dengan orang lain, lingkungannya, dan terutama dengan pencipta alam semesta. SQ juga merupakan kemampuan menyikapi dan memperlakukan orang lain seperti diri sendiri dan motivasi yang mendasari setiap perbuatan dilakukan tidak semata-mata kepentingan diri sendiri, tetapi lebih memperhatikan kepentingan orang banyak dengan dasar kesetaraan sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan. Kalau IQ brkaitan dengan intelektual dan rasio, EQ berkaitan dengan hubungan antar sesama manusia. SQ berkaitan dengan hubungan antara manusia dan Tuhan.</p>
<p>Manjadi cerdas spiritual berarti kita mampu memahami diri kita sendiri, siapa kita sebenarnya, dari mana asal kita, kemana kita akan pergi (tujuan hidup kita). Sebagai makhluk spiritual dan juga merupakan bagian dari alam semesta, manusia memiliki sifat-sifat yang murni/bersih, suci, kasih, bijaksana, ikhlas, serta sifa-sifat ilahi lainnya. SQ merupakan kesadaran hati yang paling bening dan jernih sehingga dapat mengenali dan menemukan kebenaran yang murni dan sejati. Kebenaran itu tidak hanya dilihat dari mata manusia, tetapi juga dari mata Tuhan, pencipatanya.</p>
<p>Orang yang menggunakan SQ memecahkan masalah hidup tidak secara rasioal dan emosional saja, tetapi ia mengaitkannya dengan makna kehidupan secara spiritual. Akibatnya segala perbuatannya mendatangkan kedamian dan keteduhan secara lahirikyah/jasmani dan batiniah/rohani baik dirinya sendiri maupun bagi  orang lain. </p>
<p><strong>SEMUA MANUSIA MEMILIKI SQ UNTUK DIKEMBANGAKAN</strong></p>
<p>Setiap individu normal memiliki kecerdasan-kecerdasan yang telah dikemukakan diatas. Masing-masing kecerdasan itu telah ada sejak manusia lahir. Jadi, walaupun merupakan pengenalan atas diri sehingga seseorang menyadari siapa dia, dari mana, dimana dia berada, dan kemana dia pergi, SQ telah dimiliki oleh anak kecil sekalipun. Hal ini dapat dilihat dari kepolosan, kebeningan, serta kesucian anak berpikir, berbicara dan berbuat. Pengabaian atas SQ ini serta penekanan pada jenis kecerdasan lainnya, dapat mengakibatkan kegagalan dalam kehidupan di kemudian hari. Seseorang dapat berhasil memperoleh banyak harta, banyak pengetahuan, banyak kerabat, tetapi itu semua bukan jaminan bahwa orang itu telah mencapai kepuasan serta kedamaian lahir dan batin. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan ia menemukan kegersangan dan kegelisahan dalam kehidupan sehari-hari karena banyak yang dilakukannya selama ini tidak sesuai atau bertentangan dengan hati nuraninya.</p>
<p>Agama banyak memberikan perhatian bagaimana cara meningkatkan dan mendayagunakan IQ dan EQ melalui pelajaran agama, manusia memperoleh pengetahuan dan pemahaman atas keberadaan diri dan tujuannya. Sebenarnya yang sebenarnya yang dikehendaki oleh agama tidak hanya berhenti pada batas pengetahuan dan pemahaman saja, tetapi kesadaran dan aktualisasi diri dalam berbagai perbuatan sebagai tindak lanjutnya. Melakukan kegiatan ibadah agama merupakan kewajiban setiap pemeluk agama. Tetapi, tentu tidak hanya sebagai kegiatan ritual semata yang kemudian menjadi rutinitas yang tidak bermakna karena tidak didasari oleh kesadaran bahwa ibadah itu dilakukan dalam konteks hubungan antar manusia dan Penciptanya. Berbuat baik atau menolong sesama dianjurkan oleh ajaran agama. Membantu orang lain memiliki makna spiritual apabila dilakukan bukan semata karena anjuran, tetapi karena kesadaran bahwa orang lain itu adalah sama dengan dirinya sendiri, memiliki asal serta tujuan hidup yang sama, mempunyai hak dan kewajiban yang sama pula. Dengan kesadaran itu, seseorang menyadari kebergantungan kepada orang lain dan tidak dapat hidup sendirian tanpa orang lain. Dengan kesadaran itu, semua manusia adalah bersaudara dan setiap perbuatan dapat diartikan sebagai mampu mengasihi Tuhan melebihi mengasihi dirinya sendiri dan mengasihi sesama manusia sama seperti ia mengasihi dirinya sendiri. Mengasihi berarti juga tidak melecehkan atau merendahkan orang lain.</p>
<p>Maslow mendefinisikan aktualisasi diri sebagai sebuah tahapan spiritualltas seseorang. Dalam tahapan yang demikian, seseorang dipenuhi dengan sifat-sifat yang baik seperti kerendahan hati, keinginan meolong orang lain, kasih, toleransi. Kedamaian dan suka cita dengan tujuan hidup yang jelas.<br />
Pengalaman spiritual adalah puncak tertinggi yang dapat dicapai oleh manusia serta merupakan peneguhan dari keberadaannya sebagai makhluk spiritual. Untuk membantu manusia memperoleh pengalaman spiritual ini, agama membantu dengan mengajarkan iman, berdoa atau sembahyang untuk memperoleh ketenangan batin, berpantang dan berpuasa, beramal dan bersyukur serta penyerahan diri secara total kepada Tuhan. Mungkin karena agama terkesan berperan banyak dalam peningkatan dan mendayagunakan SQ, ada yang berpendapat bahwa SQ berada dalam kawasan dan kepentingan agama. Seperti jenis kecerdasan lainya, pengembangan SQ menjadi tugas dan tanggung jawab semua pihak.</p>
<p>Berbicara tentang SQ, Michael Levin dalam bukunya Spiritual Intellegence (2000) mengatakan bahwa spiritualtas bukanlah seperangkat aturan dan spiritualitas sangat berbeda dengan agama. Spiritualitas juga bukan persoalan akademis dan tempat untuk mempelajarinya bukanlah lembaga. Spiritualitas tidak bergantung pada upaya belajar dari buku.</p>
<p><strong>KARAKTERISTIK ORANG YANG CERDAS SPIRITUAL<br />
</strong><br />
Prof. DR. KH. Jalaluddin Rakhmat (2005) mengutip lima karakteristik orang yang cerdas secara spiritual menurut Roberts A. Emmons, dalam bukunya The Psychology of Ultimate concern:<br />
(1) Mampu untuk mentransedansikan yang fisik dan material;<br />
(2) Mampu untuk mengalami tingkat kesadaran yang memuncak;<br />
(3) Mampu untuk mensakralkan pengalaman sehari-hari;<br />
(4) Mampu untuk menggunakan sumber-sumber spiritual buat menyelesaikan masalah;<br />
(5) Dan kemampuan untuk berbuat baik.</p>
<p>Agar dapat memperoleh kelima kemampuan itu, dalam proses pendidikan anak, pengembangan SQ ini dapat dilakukan sedini mungkin dan dilakukan dengan berbagai cara.<br />
Prof. DR. KH. Jalaluddin Rakhmat menyarankan kepada orang tua dan guru sepuluh kiat mengembangkan SQ anak-anak:</p>
<p>- Jadilah kita “Gembala Spiritual” yang baik.<br />
- Bantulah anak untuk merumuskan “misi” hidupnya.<br />
- Baca kitab suci bersama-sama dan jelaskan maknanya dalam kehidupan.<br />
- Ceritakan kisah-kisah agung dari tokoh-tokoh spiritual.<br />
- Diskusikan berbagai persoalan dengan perspektif.<br />
- Libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan ritual keagamaan.<br />
- Bacakan puisi-puisi atau lagu-lagu yang spiritualis dan inspirasional.<br />
- Bawa anak untuk menikmati keindahan alam.<br />
- Bawa anak ketempat-tempat orang yang menderita.<br />
- Ikut sertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/99/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/99/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=99&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/26/cerdas-secara-spiritual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Qolbu (Penuntun Hati)</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/26/manajemen-qolbu-penuntun-hati/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/26/manajemen-qolbu-penuntun-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 07:36:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN Saat ini, semua orang menyadari bahwa kesuksesan manusia tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual ataupun kecerdasan emosional, melainkan juga ditentukan oleh kecerdasan spiritual. Kecerdasan intelektual diperoleh mmelalui olah akal. Kecerdasan emosional diperoleh melalui olah “jiwa“. Sedangkan, kecerdasan spiritual diperoleh dengan olah qolbu. Olah qolbu inilah yang acapkali diabaikan oleh manusia. Padahal, qolbu dalam agama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=96&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p>Saat ini, semua orang menyadari bahwa kesuksesan manusia tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual ataupun kecerdasan emosional, melainkan juga ditentukan oleh kecerdasan spiritual. <span id="more-96"></span>Kecerdasan intelektual diperoleh mmelalui olah akal. Kecerdasan emosional diperoleh melalui olah “jiwa“. Sedangkan, kecerdasan spiritual diperoleh dengan olah qolbu.</p>
<p>Olah qolbu inilah yang acapkali diabaikan oleh manusia. Padahal, qolbu dalam agama adlah sentral perbuatan manusia. Tatkala, manusia acuh untuk memenuhi kebutuhan dasar spiritual (basic spiritual needs),  maka manusia akan tertimpa krisis spiritual (spiritual crisis). Krisis spiritual inilah bidang dari semua krisis.</p>
<p><strong>MAKNA HIDUP</strong></p>
<p>Hidup dan kehidupan merupakan misteri. Manusia terlahir bukan atas kehendaknya sendiri. Dari pasangan ibu dan bapak yang bukan pilihannya. Waktu dan tempat kelahirannya pun di luar perencanaannya.</p>
<p>Setelah terlahikan ke dunia, Allah st memberikan kepada qolbu ayah dan ibunya perasaan kasih dan saying yang mendalam kepada anak-anakna. Dengan kasih saying itu, orang tua akan selalu merawat, membesarkan, melindungi serta mendidik buah hatinya. Tidak kenal lelah sepanjang hidupnya, mereka selalu memberikan perhatian dan belas kasih untuk kesuksesan dan kebahagiaan keturunannya tersebut.</p>
<p>Waktu dating silih berganti, tanpa terasa si bati tumbuh menjadi anak-anak, kemudian memasuki usia remaja. Dari remaja menjadi dewasa, setelah itu menjadi setengah baya dan memasuki usia senja, kemudian berakhir dengan kematian, yang seorangpun tidak ada yang tahu kapan ia dating di mana dia menjemput dan apa yang menyebabkan kehadirannya.</p>
<p>Dalam perjalanan waktu tersebut, hidup manusia tidak lpas dari tiga hal, yakni (1)  makan dan minum, (2) tidur, (3) berhajat besar ataupun kecil. Ibarat mesin yang membutuhkan bahan baker dan oli. Pada saatnya bahan baker tersebut akan habis dan oli pun harus dibuang dan diganti dengan yang baru. Seperti itulah gambaran kehidupan manusia. Setiap hari itulah manusia harus diisi dengan makanan dan minuman agar dapat digunakan untuk beraktivitas. Dan pada saatnya makanan dan minuman itu harus dibuang agar tidak menimbulkan penyakit bagi manusia itu sendiri.</p>
<p>Tubuh manusia membutuhkan makanan yang diperlukan untuk menopang semua aktivitas organ tubuhnya. Makanan berfungsi untuk menghasilkan tenaga, mengganti bagian-bagian tubuh yang rusak dan untuk pertumbuhan.</p>
<p>Setelah makanan itu dikonsumsi oleh manusia, kemudian mengalami proses metabolisme di dalam tubuh. Sisa dari metabolisme tersebut dikeluarkan melalui proses pernafasan (respirasi), ekskresi (benda yang dikeluarkan berbentuk air), dan defekasi (benda yang dikeluarkan berbebtuk padat). Proses pernafasan mengeluarkan kabondioksida dan uap air, ekskresi mengeluarkan urine yang berasal dari ginjal dan keringat melalui kulit, serta proses defeksi menghasillkan tinja yang keluar dari lubang anus.</p>
<p>Inilah beberapa hal yang selalu terjadi dalam perjalanan hidup raga manusia. Yakni suatu sistem kehidupan yang sangat rumit, sangat sempurna sekalugus penuh misteri. Dapat kita bayangkan betapa hebatnya Dzat yang menciptakan sistem kehidupan manusia tersebut. Sudah pasti, yang menciptakannya adalah Allah SWT yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui dan Maha Menciptakan. Dialah yang berada di balik semua kehidupan yang menakjubkan itu. Tidak ada yang terlwatkan dari pantauan dan kekuasaan-Nya. Semua berada di bawah kekuasaan dan kehendak-Nya.</p>
<p>Namun yang harus dipertanyakan adalah, apakah hanya seperti itu kehidupan manusia? Apakah hidup manusia hanya untuk memenuhi kebutuhan jasad berupa makan, minum, tidur, dan buang hajat semata? Atau apakah hidup manusia hanya berisi perjalanan sel-sel yang menakjubkan itu? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang selalu menggelayut di dalan lubuk hati manusia yang oleh Allah SWT telah dikaruniai akal pikiran.</p>
<p>Para filosof pun mencoba mencari apa arti hidup yang sesungguhnya, yang pada gilirannya kemudian memunculkan jawaban yang berbeda-beda. Schopenhauer (1788-1860) menyatakan bahwa “hidp adalah kehendak”. Berbeda dengan Nietzsche (18444-1900) yang mendefinisikan “Hidup adalah kekuatan. Dan jauh sebelum kedua filosof itu. Imam Al Ghazali (wafat 505 H/1111 M) menyatakan bahwa: “Hidup adalah cinta dan ibadah”.</p>
<p>Kalau kita melihat beberapa pendapat ini, nampak jelas bahwa ungkapan Al Ghazali menggambarkan arti hidup yang lebih menyeluruh. Hidup adalah cinta dan ibadah. Cinta bisa mendatangkan kehendak, dan kehendak bisa memunculkan kekuatan serta sesuatu yang lain di atasnya.</p>
<p>Hidup juga ibadah, artinya hidup manusia untuk beribadah kepada Tuhannya. Ibadah dilakukan atas kekuatan materi (fisik) yang menjadikan seseorang berperilaku baik dan beramal shalih untuk kepentingan pribadi dan mayarakat. Kecerdasan spiritual menguatkan seseorang untuk mengungkap apa yang ada dalam alam serta beberapa nikmat, keindahan, dan tanda-tanda kebeasran Tuhan.</p>
<p>Hidup yang dalam bahasa Arab disebut hayat, biasanya diartikan sebagai suatu kondisi di mana seluruh anggota organ tubuh berfungsi. Tubuh dapat bernafas, bergerak, memerlukan makanan, menerima dan mereaksi rangsangan dari luar, tumbuh dan berkembang biak serta mengeluarkan zat sosa. Manusia dikatakan hidup apabila masih dapat menarik dan menghembuskan nafas, menggerakkan kaki dan tangan, membutuhkan makanan, menerima reaksi dari luar serta dapat berkembang biak.</p>
<p>Bernafas adalah proses mengambil oksigen dari lengkungan yang digunakan untuk membakar zat-zat makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia dan mengeluarkan karbon dioksida dan uap ke dalam lingkungan. Peristiwa pembakaran itu disebut dengan oksidasi. Manusia dikatakan bergerak apabila mengalami perubahan pada posisi tubuh, misalnya berjalan, berlari dan  beraktifitas. Manusia menerima dan memberi reaksi terhadap rangsangan (iritabilitas).</p>
<p>Pada umumnya, kehidupan seeorang selalu dikaitkan dengan masih berfungsinya faktor-faktor ini. Sebaliknya pada saat semuanya tidak berfungsi lagi, maka ketika itu ia dikatakan mati. Dan itulah akhir dari kehidupan seorang anak manusia.</p>
<p><strong>Untuk Apakah Hidup di Dunia?</strong></p>
<p>Ketika akan menciptakan manusia, terlebih dahulu Allah SWT memberitahukan kepada para malaikat bahwa makhluk yang akan diciptakan itu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki makhluk Allah SWT yang lain, yakni berupa akal yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada setiap manusia.</p>
<p>Keistimewaan akal ini merupakan bekal bagi anak cucu Adam untuk mengarungi kehidupan dunia, sekaligus dapat dijadikan alat untuk mencapai tujuan hidup di dunia. Dengan akal, manusia bisa mengetahui baik dan buruk. Dengan akal pula manusia memiliki ilmu pengetahuan untuk mengatur dunia.<br />
Dan dengan bekal akal yang sangat dahsyat inilah Allah SWT menjadikan manusia sebagai khalifah-Nya (wakil Alllah SWT) di muka bumi.</p>
<p>Ini adalah fungsi hidup manusia di dunia. Yakni sebagai khalifah Allah SWT yang dibebani untuk menghiasi kehidupan dunia dengan nilai-nilali kebaikan, seperti keadilan persamaan dan sebagainya.<br />
Dari sini maka, hidup di dunia bisa bermakna bila manusia selalu berusaha untuk menjalankan fungsi khalifah yang dibebankan kepadanya. Hidup akan sangat berarti apabila seseorang selalu menebar kebaikan dalam setiap tingkah lakunya. Yakni perilaku yang selalu membawa kedamaian dan ketentraman pada orang di sekitarnya.</p>
<p>Dalam bentuk yang paling konkrit, usaha ini dapat berwujud dalam bentuk (1) menjunjung tinggi dan menegakkan keadilan, (2) menumbuhkan kepedulian sosial dengan membantu golongan lemah dan tertindas, (3) melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, (4) serta menghiasi diri dengan tingkah laku yang selalu mengedepankan budi luhur, atau yang sering diistilahkan dengan akhlaqul karimah (uraian tentang akhlaqul karimah ini akan dibahas scara khusus).</p>
<p><strong>1. Menegakkan Keadilan</strong><br />
Mengenai pentingnya berbuat adil dengan tegas Al Qur’an menempatkannya sebagai sendi utama agama Islam. Sekaligus memerintahkan umat Islam untuk selalu berbuat adil.<br />
Para ulama menyatakan bahwa yang dimaksud adil adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya (proporsional). Ini menunujukkan bahwa adil tidak selalu berarti sama, tapi kondisional sesuai dengan siuasi dan kondisi. Bisa adi dalam suatu keadaan keadilan menuntut adanya kesamaan, namun dalam kondisi yang lain ketidak adilan itu justru berpangkal pada perlakuan yang sama tersebut. Misalnya pembagian hadiah dalam sebuah perlombaan antara juara pertama, kedua dan ketiga.<br />
Adil disini mencakup segala hal, adil kepada diri seniri, adil kepada orang lain baik yang seagama atau yang lain agama, adil kepada istri, anak, bahkan kepada musuh.</p>
<p><strong>2. Menumbuhkan Kepedulian Sosial</strong><br />
Begitu pula hidup akan menjadi bermakana bila seseorang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Membantu mereka yang lamah dan golongan tertindas. Islam sebagai agama rahmatan lil alamin (menjadi rahmat bagi seluruh alam) sangat menekankan pentingnya menumbuhkan kepedulian kepada sesama yang sangat membutuhkan. Agama sangat menganjurkan untuk membantu mereka yang kesusahan, menghapuskan penindasan, keterbelakangan serta ketidak adilan, baik yang terjadi di ranah publik ataupun domestik.</p>
<p>Dalam bentuknya yang paling nyata, adanya kewajiban zakat dan anjuran sedekah serta infaq bagi orang yang mampu, agar tumbuh kepedulian sosial kepada mereka yang sangat membutuhkan mengenai pentingnya membantu orang dalam kesusahan.<br />
Bahkan membina hubungan sosial lebih utama dari sekedar memperhatikan perbuatan yang manfaatnya hanya dirasakan oleh dirinya sendiri.</p>
<p>Ini artinya bahwa melakukan bakti untuk kemaslahatan masyarakat dengan membantu kaum tertindas serta orang-orang yang sangat membutuhkan lebih utama dari hanya sekedar berdiam diri serta menyepi untuk mencari “kepuasan” pribadi.</p>
<p>Orang yang bermanfaat kepada manusia lain adalah mereka yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Rela berkorban tanpa mengenal pamrih untuk kemaslahatan bersama. Mereka adalah orang-orang yang selalu dibutuhkan oleh masyarakatnya, di mana kehadirannya sangat ditunggu-tunggu dan kepergiannya selalu menyisakan kesedihan.</p>
<p><strong>3. Melaksanakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar</strong><br />
Peran selanjutnya yang dapat diambil untuk mengisi hidup di dunia adalah melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar yang merupakan hal yang sangat prinsip dalam agama.</p>
<p>Yang dimaksud dengan amar ma’ruf nahi munkar adalah usaha untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran, menghapus segala bentuk kesalahan dan penyimpangan. Karena itu, prinsip ini menjadi sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang adil, damai dan sejahtera.</p>
<p>Hanya saja amar ma’ruf nahi munkar harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Jangan sampai tujuan  baik kita menjadi rusak hanya gara-gara kesalaan dalam cara menerapkannya. Ibarat orang memancing, ikan didapat tetapi air di kolam tidak menjadi keruh. Itulah prinsip yang harus dikedepankan dalam melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/96/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/96/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=96&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/26/manajemen-qolbu-penuntun-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ar Razy Dokter Muslim Pertama</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/25/ar-razy-dokter-muslim-pertama/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/25/ar-razy-dokter-muslim-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 02:28:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Ahmad Saifuddin Sekilas tentang Biografi Intelektualnya. Nama lengkapnya adalah Abu Bakr Muhammad bin Zakaria bin Yahya al-Razi. Dia lahir di Ray, dekat Taheran, Iran, pada 865 M/251 H. Al-Razi hidup di bawah pemerintahan Dinasti Saman. Di kota Ray, Al-Razi belajar ilmu kedokteran pada Ali bin Rabban al-Thabari, belajar ilmu filsafat pada al-Balkhi. Di samping itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=89&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ahmad Saifuddin</strong></p>
<p><strong>Sekilas tentang Biografi Intelektualnya.</strong></p>
<p>Nama lengkapnya adalah Abu Bakr Muhammad bin Zakaria bin Yahya al-Razi. Dia lahir di Ray, dekat Taheran, Iran, pada 865 M/251 H. Al-Razi hidup di bawah pemerintahan Dinasti Saman. Di kota Ray, <span id="more-89"></span>Al-Razi belajar ilmu kedokteran pada Ali bin Rabban al-Thabari, belajar ilmu filsafat pada al-Balkhi. Di samping itu, Al-Razi juga belajar matematika, astronomi, sastra, dan kimia. Di masa mudanya, al-Razi hidup sebagai tukang intan, penukar mata uang, dan sebagai pemusik/pemetik kecapi. Al-Razi menulis hampir semua karyanya kecuali matematika.</p>
<p>Pada masa Manshur bin Ishaq jadi gubernur Ray, al-Razi dipercaya menjadi pimpinan rumah sakit di Ray, ketika umurnya menjelang genap 30 tahun. Ketika menjadi pimpinan rumah sakit itulah, al-Razi menyusun sebuah buku di bidang kedokteran berjudul al-Tibb li al-Manshur yang khusus dipersembahkan bagi gubernur Manshur.</p>
<p>Dari kota Ray, al-Razi kemudian pindah ke Baghdad, Irak, atas permintaan khalifah al-Muktafi yang berkuasa pada saat itu. Ketika khalifah al-Muktafi meminta al-Razi untuk menjadi pimpinan rumah sakit Baghdad, al-Razi memilih beberapa lokasi (tanah) dengan cara melemparkan beberapa daging mentah. Lalu lokasi yang dipilih adalah tanah di mana daging paling lama mengalami pembusukan.<br />
Al-Razi dikenal sebagai dokter pertama yang paling brilian di dunia Islam. Dia juga dikenal sangat dermawan, rendah hati, dan santun pada para pasiennya. Bahkan, dia sering memberi pengobatan gratis pada para pasiennya yang kurang mampu dan berada di bawah garis kemiskinan.</p>
<p>Al-Razi dikenal sebagai seorang pemberani dan pengeritik dogma-dogma Islam yang fundamental, seperti soal al-Qur`an, kenabian, dan takdir. Buku Naqd al-Adyan aw fi al-Nubuwwah yang diduga kuat sebagai karyanya, menjadi sasaran kritik dari lawan-laannya, seperti: 1) Abu Hatim al-Razi (seorang teolog, ahli hadis, dan da’i beraliran Syi’ah Ismailiyah); 2) Abu Qasim al-Balkhi (seorang Mu’tazilah yang berbeda soal waktu [zaman]); dan 3) Ibnu Tammar yang menolak tulisan al-Razi berjudul al-Thibb al-Ruhani.</p>
<p>Al-Razi meninggal pada 5 Sya’ban 313 H bertepatan dengan 27 Oktober 925 M karena menderita penyakit semacam katarak. Beberapa dokter menawarkannya untuk mengobati kebutaan matanya, tetapi al-Razi menolaknya dengan berkata, “Sudah banyak dunia yang aku lihat, dan aku tidak ingin melihatnya kembali”.</p>
<p><strong>Sekilas Pemikiran Filsafatnya.</strong></p>
<p>Al-Razi dikenal dengan ajaran “Lima Kekal”, yaitu:<br />
1) al-Bari Ta’ala (Allah): hidup dan aktif [dengan sifat independent]<br />
2) al-Nafs al-Kulliyyah (jiwa universal):  hidup dan aktif dan menjadi al-mabda` al-qadim al-tsani (sumber kekal kedua). Hidup dan aktifnya bersifat dependent. Al-Nafs al-Kulliyyah tidak berbentuk. Namun karena punya naluri untuk bersatu dengan al-Hayula al-Ula, maka al-Nafs al-Kulliyyah memiliki zat yang berbentuk (form) sehingga bisa menerima sekaligus menjadi sumber penciptaan benda-benda alam semesta, termasuk badan manusia. Ketika masuk pada benda-benda itulah, Allah menciptakan ruh untuk menempati benda-benda alam dan badan manusia di mana jiwa (parsial) melampiaskan kesenangannya. Oleh karena semakin lama jiwa bisa terlena pada kejahatan, Allah kemudian menciptakan akal untuk menyadarkan jiwa yang terlena dalam fisik tersebut.</p>
<p>3) al-Hayula al-Ula (materi pertama):  tidak hidup dan pasif. Al-Hayula al-Ula adalah substansi (jauhar) yang kekal yang terdiri dari dzarrah, dzarat (atom-atom). Setiap atom terdiri dari volume. Jika dunia hancur, maka volume juga akan terpecah dalam bentuk atom-atom. Materi yang sangat padat menjadi substansi bumi, yang agak renggang menjadi substansi air, yang renggang menjadi substansi udara, dan yang lebih renggang menjadi api. Al-Hayula al-Ula: kekal karena tidak mungkin berasal dari ketiadaan. Buktinya, semua ciptaan Tuhan melalui susunan-susunan (yg berproses) dan tidak dalam sekejab yg sangat sederhana dan mudah. Atau dengan kata lain, Tuhan tidak mungkin menciptakan sesuatu tanpa bahan sebelumnya yang kekal karena mendapat (semacam emanasi, pancaran) dari Yang Maha Kekal.</p>
<p>4) al-Makan al-Muthlaq (ruang absolut) ? tidak aktif dan tidak pasif. Materi yang kekal membutuhkan ruang yang kekal pula sebagai ‘tempat’ yang sesuai. Ada dua macam ruang: ruang partikular (relatif) dan ruang universal. Yang partikular terbatas sesuai keterbatasan maujud yang menempatinya. Sementara ruang universal tidak terbatas dan tidak terikat pada maujud, karena bisa saja terdapat terjadi kehampaan tanpa maujud.</p>
<p>5) al-Zaman al-Muthlaq (zaman absolut) ? tidak aktif dan tidak pasif. Zaman atau masa ada dua: relatif/terbatas yang biasa disebut al-waqt dan zaman universal yang biasa disebut al-dahr. Yang terakhir ini (al-dahr) tidak terikat pada gerakan alam semesta dan falak atau benda-benda angkasa raya.</p>
<p><strong>Kontroversi Pandangan al-Razi tentang Kenabian.</strong></p>
<p>Sebagian dari penjelasan al-Razi yang menunjukkan pengingkarannya pada kenabian dan cenderung merendahkan posisi para nabi adalah dapat dilihat dalam dua buah karyanya, Makhariq al-Anbiya` aw Hiyal al-Mutanabbi`in? (Kehebatan Para Nabi atau Tipu Muslihat Orang-Orang yang Mengaku Nabi?) dan Naqd al-Adyan aw fi al-Nubuwwah? (Kritik atas Agama-Agama atau Kenabian?). Karya yang pertama mendapat sambutan cukup sukses di kalangan kelompok yang menyebarkan ajaran zindiq dan ateis, khususnya kaum Qaramithah (salah satu dari sekte-keagamaan Syi’ah–pen). Ustadz Musniwan berpendapat bahwa ajaran al-Razi ini berpengaruh sampai ke negeri Eropa. Adapun permulaan pertentangan yang menyebabkan kaum rasionalis Eropa berpaling dari agama dan kenabian, adalah pada masa Federick II. Sedangkan karya al-Razi yang kedua, kami mendapatinya beberapa paragraf secara tidak langsung dari kitab A’lam al-Nubuwwah karya Abu Hatim al-Razi (w. 330 H), orang yang hidup sezaman dan setanah air dengan Abu Bakr Muh. bin Zakariya al-Razi dan pernah terlibat perdebatan tajam di antara keduanya. Perdebatan ini sempat direkam oleh sebagian ulama dan tokoh politik.</p>
<p>Abu Hatim menyebut bahwa al-Razi berkata, “Yang lebih utama bagi hikmah dan kasih sayang Sang Maha Bijaksana adalah memberi inspirasi pada seluruh hamba-Nya untuk mengetahui, baik cepat atau lambat, beberapa manfaat dan kemudharatan, dan tidak boleh melebihkan sebagian mereka dari yang lain serta tidak boleh terdapat pertentangan dan pertikaian di antara mereka sehingga menyebabkan kebinasaan. Hal ini lebih hati-hati dari pada Dia menjadikan sebagian dari mereka beberapa pemimpin, lalu pengikut-pengikutnya membenarkan sang imam (pemimpin) dan mengingkari pemimpin lainnya sehingga terjadi peperangan di antara mereka dan menimbulkan bencana. Keba-nyakan manusia binasa karena hal ini”. Disebutkan pula bahwa al-Razi mengatakan, “Para nabi tidak berhak mengaku diri mereka sebagai manusia yang istimewa, baik secara akal maupun spiritual, karena seluruh manusia adalah sama dan bentuk keadilan dan kebijaksanaan Allah Swt. adalah tidak boleh memberi keistimewaan seseorang atas lainnya”.</p>
<p>Sebagian peneliti menolak pendapat yang mengatakan bahwa al-Razi mengingkari kenabian dan membela keyakinannya tentang para nabi. Di antara mereka adalah Ibnu Abu Ushaibi’ah yang menolak keabsahan karya Makhariq al-Anbiya` dengan mengatakan, “Kitab ini (Makhariq al-Anbiya`) meskipun memang benar disusun oleh al-Razi, bisa jadi sebagian lawan debatnya yang membencinya menyusun nama kitab itu dan dikatakan bahwa yang mengarang adalah al-Razi untuk menjelekkan karya ini sekaligus disangka dirinya. Jika tidak demikian, al-Razi lebih luhur dari pada berbuat (keji) seperti ini.</p>
<p>Demikian juga sebagian peneliti yang membahas tentang dasar-dasar pemikiran filsafat al-Razi mengatakan bahwa ungkapan-ungkapan yang digunakannya justru menghormati posisi kenabian dan rasul. Hal ini dapat dilihat misalnya dari perkataannya, ”Semoga kasih sayang Allah Swt. dicurahkan pada paling mulianya makhluk-Nya, Muhammad saw. dan keluarganya”, juga perkataannya, “Semoga kasih sayang Allah Swt. dicurahkan pada tuan, kekasih, dan penolong kami di hari kiamat, Muhammad saw., selamanya”. Al-Razi juga tidak mengingkari adanya agama-agama, termasuk etika-keagamaan, seperti dikatakannya, “Setiap orang yang berakal, berpikiran baik, dan beragama, wajib mencela dan menolak hawa nafsu”. Al-Razi juga mengingatkan manusia tentang minuman memabukkan karena menjauhkan dari penangkapan keluhuran keagamaan dan menimbulkan dekadensi moral bagi manusia.</p>
<p>Orang seperti al-Razi yang concern atas spiritualitas manusia seperti ditunjukkan di atas, tidak mungkin sebagai seorang kafir atau ateis. Bagaimana mungkin orang berakal akan mengatakan bahwa al-Razi yang beriman kepada syar’i, tetapi mengingkari kenabian dan para nabi? Siapakah yang membawa aturan syariah dari Allah Swt. berupa wahyu kalau bukan para rasul dan nabi?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/89/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/89/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=89&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/25/ar-razy-dokter-muslim-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al Kindi Filosofi Islam</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/25/al-kindi-filosofi-islam/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/25/al-kindi-filosofi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 02:23:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Ahmad Saifuddin Ringkasan Biografi Intelektual Nama lengkapnya Abu Yusuf Ya’qub bin Ishaq al-Kindi. Dia lahir di Kufah, Irak, pada 801 M/185 H. Gelar al-Kindi dinisbatkan pada nama suku Kindah di wilayah Arabia Selatan. Dari suku Kindah ini pula, lahir seorang penyair besar bernama Imra`ul Qais (w. ± 540 M). Ayahnya, Ishaq, adalah gubernur Kufah di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=84&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ahmad Saifuddin</strong></p>
<p><strong>Ringkasan Biografi Intelektual  </strong></p>
<p>Nama lengkapnya Abu Yusuf Ya’qub bin Ishaq al-Kindi. Dia lahir di Kufah, Irak, pada 801 M/185 H.  Gelar al-Kindi dinisbatkan pada nama suku Kindah di wilayah Arabia Selatan. Dari suku Kindah ini pula, <span id="more-84"></span>lahir seorang penyair besar bernama Imra`ul Qais (w. ± 540 M). Ayahnya, Ishaq, adalah gubernur Kufah di masa pemerintahan al-Mahdi (775-785) dan al-Rasyid (786-809).  </p>
<p>Al-Kindi adalah filosof Arab pertama yang memelopori penerjemahan sekaligus mengenalkan tulisan atau karya-karya para filosof Yunani di dunia Islam, terutama pada abad pertengahan di masa pemerintahan khalifah al-Ma`mun (813-833) yang mengundangnya untuk mengajar di Baitul Hikmah. Al-Kindi hidup di masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah, mulai dari khalifah al-Amin (809-813), al-Ma`mun (813-833), al-Mu’tashim (833-842), al-Watsiq (842-847), dan al-Mutawakkil (847-861). </p>
<p>Al-Kindi hidup dalam atmosfer intelektualisme yang dinamis saat itu, khususnya di Baghdad dan Kufah, yang berkembang beragam disiplin ilmu pengetahuan: filsafat, geometri, astronomi, kedokteran, matematika, dan sebagainya. Al-Kindi tidak hanya dikenal sebagai penerjemah, tetapi juga menguasai beragam disiplin ilmu lainnya, seperti kedokteran, matematika, dan astronomi.<br />
Al-Kindi berhasil mengubah sekaligus mengembangkan beberapa istilah yang menarik perhatian para filosof sesudahnya, seperti: kata al-jirm menjadi al-jism; kata at-tawahhum (imaginasi) menjadi at-takhayyul; kata at-thīnah menjadi al-māddah; dsb. </p>
<p>Ketika khalifah al-Mutawakkil memerintah, mazhab resmi negara (yang sebelumnya menganut mazhab/aliran Mu’tazilah) diganti menjadi Asy’ariyah. Dua orang putra Ibnu Syakir, Muhammad dan Ahmad, mencoba menghasut al-Mutawakkil dengan mengatakan bahwa orang yang mempelajari filsafat cenderung kurang hormat pada agama. Al-Mutawakkil kemudian memerintahkan agar al-Kindi didera dan perpustakaannya yang bernama Kindiyyah disita (meski kemudian dikembalikan). Al-Kindi meninggal pada 866 M/252 H. </p>
<p><strong>Ringkasan Pemikiran Filsafat.</strong></p>
<p>Menurut al-Kindi, agama dan filsafat tidak mungkin bertentangan. Agama di samping sebagai wahyu juga menggunakan akal, dan filsafat juga menggunakan akal. [dari penulis] Di dalam al-Qur`an disebutkan, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda [āyāt] bagi kaum yang berakal; yaitu mereka yang ber-dzikir dalam keadaan berdiri dan duduk dan mereka yang ber-tafakkur dalam penciptaan langit dan bumi…” (Q.S. ). Yang benar pertama (al-Haqq al-Awwal) adalah Tuhan. Dalam hal ini, filsafat juga membahas soal Tuhan dan agama. Dan filsafat paling tinggi adalah filsafat tentang Tuhan (seperti filsafat skolastik). Bagi al-Kindi, orang yang menolak filsafat bisa dianggap kafir, karena dia telah jauh dari kebenaran, meskipun dirinya menganggap paling benar.</p>
<p>Jika terjadi pertentangan antara nalar logika dengan dalil-dalil agama dalam al-Qur`an, mestinya ditempuh dengan jalan ta`wīl (interpretasi, kontekstualisasi, atau rasionalisasi atas teks-teks keagamaan). Hal ini karena dalam bahasa (termasuk bahaa Arab), terdapat dua makna: makna hakīkī (hakikat, esensi) dan makna majāzī (figuratif, metafora).  </p>
<p>Namun demikian, menurut al-Kindi, memang terdapat perbedaan dari segi sumber data (informasi) antara agama dan filsafat. Agama diperoleh melalui wahyu tanpa proses belajar. Sedang filsafat diperoleh melalui proses belajar (berpikir dan berkontemplasi).  Sedang dari segi pendekatan dan metode, agama dilakukan dengan pendekatan keimanan, sedang filsafat dilakukan dengan pendekatan logika.</p>
<p>Al-Kindi juga menyinggung soal jiwa manusia. Menurutnya, jiwa tidak tersusun, substansinya adalah ruh yang berasal dari substansi Tuhan. Dalam hal jiwa, al-Kindi lebih dekat dengan pandangan Plato yang mengatakan bahwa hubungan antara jiwa dan badan bercorak accidental (al-‘aradh). Al-Kindi berbeda dari Aristoteles yang berpendapat bahwa jiwa adalah form dari badan.<br />
Menurut al-Kindi, jiwa memiliki 3 daya:<br />
1) jiwa bernafsu (al-quwwah asy-syahwāniyyah);<br />
2) jiwa memarah (al-quwwah al-ghadhabiyyah); dan<br />
3) jiwa berakal (al-quwwah al-‘āqilah).</p>
<p>Selama ruh (jiwa) berada di badan, ia tidak akan menemukan kebahagiaan hakiki dan pengetahuan sempurna. Setelah bepisah dari badan dan dalam keadaan suci, ruh akan langsung pergi ke “alam kebenaran” atau “alam akal” di atas bintang-bintang, berada dilingkungan cahaya Tuhan dan dapat melihat-Nya. Di sinilah letak kesenangan hakiki ruh. Namun jika ruh itu kotor, ia akan pergi terlebih dahulu ke bulan, lalu ke Merkuri, Mars, dan seterusnya hingga Pluto; kemudian terakhir akan menetap ke dalam “alam akal” di lingkungan cahaya Tuhan. Di sanalah jiwa akan kekal abadi di bawah cahaya Tuhan. Bagi yang berbuat durhaka dan kejahatan di dunia, jiwa (ruh) manusia akan jauh dari cahaya Tuhan sehingga dia akan sengsara. Bagi manusia yang berbuat kebajikan, jiwa (ruh) yang dikandungnya dahulu ketika di bumi, akan dekat dengan cahaya Tuhan dan akan hidup bahagia di sisi-Nya. </p>
<p>Demikian sekilas tentang al-Kindi, filosof muslim pertama yang telah berjasa memberi tansformasi intelektual bagi umat Islam dan peradaban manusia. Semoga ringkasan ini bisa memberi ‘warna lain’ bagi pencerahan intelektual dan kedewasaan dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/84/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/84/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=84&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/25/al-kindi-filosofi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibnu Sina dan &#8216;Kitab Suci&#8217; Kesehatan</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/25/ibnu-sina-dan-kitab-suci-kesehatan/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/25/ibnu-sina-dan-kitab-suci-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 02:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Ahmad Saifuddin Al Qanun 11 al-Tibb yang di Barat dikenal dengan Canons, boleh dikata merupakan &#8216;kitab suci&#8217; ilmu kesehatan pada masanya. Tanpa merujuk ke buku tersebut, ilmu obat-obatan dan farmakologi dirasakan tidak akan sempurna. Tidak heran bila Ibnu Sina, pengarang buku tersebut begitu dihargai kejeniusan dan kontribusinya dalam ilmu kedokteran, sampai sekarang. Bahkan potret Ibnu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=79&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ahmad Saifuddin</strong></p>
<p>Al Qanun 11 al-Tibb yang di Barat dikenal dengan Canons, boleh dikata merupakan &#8216;kitab suci&#8217; ilmu kesehatan pada masanya. Tanpa merujuk ke buku tersebut, ilmu obat-obatan dan farmakologi <span id="more-79"></span>dirasakan tidak akan sempurna. Tidak heran bila Ibnu Sina, pengarang buku tersebut begitu dihargai kejeniusan dan kontribusinya dalam ilmu kedokteran, sampai sekarang. Bahkan potret Ibnu Sina, hingga kini menjadi salah satu pajangan dinding besar gedung Fakultas Kedokteran Universitas Paris.</p>
<p>Ibnun Sina yang memiliki nama lengkap Abu Ali al-Hussein Ibn Abdallah, lahir di Afshana dekat Bukhara (Asia Tengah) pada tahun 981. Pada usia sepuluh tahun, dia telah menguasai dengan baik studi tentang Al Quran dan ilmu-ilmu clasar. Ilmu logika, dipelajarinya dari Abu Abdallah Natili, seorang filsuf besar pada masa itu. Filsafatnya meliputi buku-buku Islam dan Yunani yang sangat beragam.</p>
<p>Kemampuannya dalam bidang pengobatan sudah begitu mumpuni di usianya yang masih belia. Bahkan ketika usianya baru tujuhbelas tahun, dia sudah berhasil menyembuhkan penguasa Bukhara, Nun Ibn Manshur. Padahal sebelumnya para pakar kesehatan kerajaan sudah menyerah, tak satu pun yang mampu mengatasi penyakit sang raja.<br />
Atas jasanya itu, Manshur bermaksud memberinya hadiah. Namun Ibnu Sina justru lebih memilih izin dari sang raja untuk diperkenankan meggunakan perpustakaan kerajaan yang dikenal memiliki koleksi buku-buku yang unik.</p>
<p>Setelah ayahnya meninggal, Ibnu Sina merantau ke Jurjan, dan bertemu dengan Abu Raihan al-Biruni, yang kala itu sangat termashur. Setelah itu dia pindah ke Rayy, dan melanjutkan perjalanan ke Hamadan, tempat yang memberinya inspirasi untuk bukunya yang terkenal, Al Qanun 11 al-Tibb.<br />
Di Hamadan dia juga menyembuhkan sang penguasa, Syams al-Daulah, dari penyakit perut yang akut, sebelum melanjutkan lagi perjalanannya menuju Isfahan (kini Iran) untuk menyelesaikan karya-karyanya yang monumental.</p>
<p><strong>Al Qanun fi al-Jibb</strong></p>
<p>Al Qanun fi al-Tibb atau Norma-norma Kedokteran adalah sumbangan terbesar Ibnu Sina yang di Barat dikenal dengan Avicenna, terhadap ilmu pengetahuan. Karya yang matnpu bertahan selama enam abad ini diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerard dari Cremena pada abad ke-12. Sejak saat itu Qanun menjadi buku wajib di sekolah-sekolah medis di Eropa. Pada abad ke-15 buku ini mengalami cetak ulang sebanyak enam belas kali. Lima belas cetakan dalam bahasa Latin, satu cetakan dalam bahasa Yahudi. Sedangkan pada abad berikutnya, Qanun mengalami cetak ulang sebanyak dua puluh kali.</p>
<p>Cameron Gruner pada tahun 1930 menerjemahkan sebagian isi buku itu ke bahasa Inggris dengan judul Risalah atas Norma Medis Avicenna. Dan selama lebih dari lima abad, Qanun menjadi pemandu bagi ilmu kedokteran di Barat. Tidak heran bila Dr. William Osier, penulis buku Evolution of Modern Science, mengatakan bahwa Qanun telah menjadi semacam &#8216;kitab suci&#8217; kesehatan yang bertahan lebih lama dibanding karya mana pun.</p>
<p>Qanun boleh dikata merupakan Ensiklopedi Pengobatan yang sangat lengkap. Buku ini menelaah ulang pengetahuan kedokteran, baik dari sumber Islam maupun sumber-sumber kuna. Ibnu Sina tidak hanya menggabungkan pengetahuan yang telah ada tapi juga menciptakan karya-karya orisinal yang meliputi beberapa pengobatan umum, obat-obatan (760 macam), penyakit-penyakit mulai dari kepala hingga kakl, khususnya Patologi (ilmu tentang penyakit) dan Farmakopeia (Farmakope).</p>
<p>Di antara beberapa kontribusinya yang merupakan pengembangan besar adalah identifikasinya terhadap sifat-sifat penyakit menular seperti Pththsis dan Tuberculosis (TBC), penyebaran penyakit melalui air dan tanah, dan interaksi antara ilmu psikologi dan kedokteran. Ibnu Sina pula yang pertama kali menjelaskan tentang Meningitis (radang selaput otak) serta memberi penjelasan yang padat tentang anatomi, ginekologi, kesehatan anak, serta menemukan perawatan untuk Lachrymal Fistula, disusul dengan penyelidikan medis terhadap saluran pembuluh darah.</p>
<p>Hingga kini Qanun masih menjadi acuan para pakar untuk penyelidikan anatomi, karena buku ini mampu menjelaskan deskripsi secara gratis maupun penjelasan rinci mengenai Sclera, Kornea, Koroid, Iris, Retina, Lensa, Urat syaraf, juga Optic Chiasma. Dalam mendalami anatomi, Ibnu Sina menentang sikap praduga atau prakiraan. Dia mengimbau para pakar ilmu fisik dan ilmu bedah untuk kembali mendasarkan pengetahuannya pada studi tentang tubuh manusia. Dia mengamati bahwa Aorta sebenarnya terdiri dari tiga saluran yang terbuka saat darah mengalir dari dan di dalam jantung selama kontraksi, dan tertutup selama relaksasi, sehingga tidak akan terjadi luapan aliran darah ke dalam jantung.</p>
<p>Dia juga menegaskan bahwa otot dapat digerakkan karena adanya syaraf yang terdapat di dalamnya. Demikian pula rasa sakit yang dirasakan pada bagian otot, juga disebabkan adanya urat syaraf yang menerima rangsangan rasa sakit tersebut.</p>
<p>Lebih jauh dia mengadakan observasi dan menemukan bahwa ternyata di dalam organ hati, limpa dan ginjal, tidak ditemukan urat syaraf. Sebab urat syaraf justru tertanam pada lapisan luar organ-organ itu.</p>
<p><strong>Karya-karya Lainnya</strong></p>
<p>Selain ilmu pengobatan dan kesehatan, Ibnu Sina juga menyumbangkan pemikirannya pada ilmu matematika, fisika, musik, dan bidang-bidang lain. Penyelidikannya dalam bidang astronomi membuatnya berhasil merancang perangkat semacam Vernier yang meningkatkan ketepatan pengukuran suatu alat. Di bidang fisika, sumbangan pemikirannya mengenai bermacam bentuk energi, kalori, cahaya, mekanika, konsep gaya, ruang hampa udara, dan bilangan tak terhingga.<br />
Dalam bidang kimia, Ibnu Sina adalah salah satu dari sekian banyak orang yang tidak percaya pada transmutasi kimia logam. Pandangan ini ditentang secara radikal pada masa itu. Risalahnya mgngenai mineral merupakan salah satu sumber utama geologi yang digunakan oleh para ensiklopedis Kristen pada abad ke-13.</p>
<p>Penemuannya di bidang musik merupakan perbaikan dari karya Farabi (al-Pharabius), yakni dengan menemukan suatu rumus bahwa jika serangkaian konsonan dirumuskan (n+1)/n, maka telinga tidak dapat membedakan konsonan tersebut pada n-45. Lebih jauh dia mengatakan, penggandaan terhadap satuan seperempat dan seperlima pada konsep ini merupakan langkah benar menuju sistem harmonisasi.</p>
<p>Karya Ibnu Sina dalam bidang filsafat yang terkenal adalah Al-Najat, Isyarat, dan al-Shifa (buku yang berisi tentang penyembuhan penyakit) merupakan ensiklopedi filosofis, didalamnya berisi jangkauan pengetahuan yang luas, dari filsafat hingga ilmu pengetahuan. Filsafat Ibnu Sina merupakan penggabungan tradisi Aristotelian, pengaruh Neoplatonic dan teologi Islam.</p>
<p>Ibnu Sina mengelompokkan seluruh bidang ilmu ke dalam dua kategori besar, yakni: pengetahuan teoritis dan pengetahuan praktis. Pengetahuan teoritis meliputi fisika, matematika, dan metafisika, sedangkan pengetahuan praktis meliputi etika, ilmu ekonomi, dan ilmu politik.</p>
<p>Jenius yang satu ini tidak pernah berhenti mengembara, baik secara fisik maupun secara batin. Secara fisik, dia terus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, untuk memuaskan rasa ingin tahunya terhadap segala hal, serta untuk dapat belajar, belajar, dan belajar. Karena terlalu banyak memeras otak dan diperparah oleh gejolak politik pada masa itu, kesehatannya semakin memburuk. Akhirnya, pada tahun 1037 dia kembali ke Hamadan, dan meninggal di sana. (amanah)</p>
<p><strong>IBNU SINA : &#8220;Bapak Kedokteran Dunia&#8221; </strong></p>
<p>Abu Ali al Husain ibn Abdallah ibn Sina adalah nama lengkap Ibnu Sina, yang lebih dikenal sebagai &#8220;Aviciena&#8221; oleh masyarakat barat. Dia adalah salah seorang tokoh terbesar sepanjang zaman, seorang jenius yang mahir dalam berbagai cabang ilmu. Dia lah pembuat ensiklopedi terkemuka dan pakar dalam bidang Kedokteran, Filsafat, Logika, Matematika, Astronomi, musik, dan puisi.<br />
]Ibnu Sina dilahirkan pada tahun 980 M / 370 H di Afshinah, sebuah desa kecil tempat asal ibunya, di dekat Bukhara. Ayahnya, Abdullah, adalah seorang Gubernur Samanite yang kemudian ditugaskan di Bukhara. Sejak kecil ia telah memperlihatkan intelegensianya yang cemerlang dan kemajuan yang luar biasa dalam menerima pendidikan, ia telah hafal al-Qur&#8217;an pada usia 10 tahun.</p>
<p>Nama Ibnu Sina semakin melejit tatkala ia mampu menyembuhkan penyakit raja Bukhara, Nooh ibnu Mansoor. Saat itu ia baru berusia 17 tahun. Sebagai penghargaan, sang raja meminta Ibnu Sina menetap di istana, setidaknya sementara selama sang raja dalam proses penyembuhan. Namun Ibnu Sina menolaknya dengan halus. Sebagai imbalan ia hanya meminta izin untuk menggunakan perpustakaan kerajaan yang kuno dan antik. Tujuannya adalah mencari berbagai referensi dasar untuk menambah ilmunya agar lebih luas dan berkembang. Kemampuan ibnu Sina yang cepat menyerap berbagai cabang ilmu pengetahuan membuatnya menguasai berbagai macam materi intelektual dari perpustakaan Kerajaan pada usia 21.</p>
<p>Setelah ayahnya wafat, ia meninggalkan Bukhara karena gangguan politik dan pergi ke kota Gorgan, yang tekenal dengan kebudayaannya yang tinggi. Dia diundang dengan tulus oleh Raja Khawarizm, pelindung besar kebudayaan dan pendidikan. Di Gorgan ia membuka praktek dokter, bergerak dalam bidang pendidikan, dan menulis buku. Setelah itu, Ibnu Sina melanjutkan lagi perjalannya, antara lain ke Kota Ravy dan Kota Hamadan.</p>
<p>Sampai kini ilmunya yang ditulis dalam buku &#8220;Al Qanun Fi al-Tib&#8221; tetap menjadi dasar bagi perkembangan ilmu kedokteran dan pengobatan dunia. Karena itu Ibnu Sina menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan ilmu kedokteran dunia. Bukunya &#8220;Al Qanun&#8221; &#8220;diterjemahkan&#8221; menjadi &#8220;The Cannon&#8221; oleh pihak Barat, yang kemudian menjadi rujukan banyak ilmuwan abad pertengahan.<br />
Buku itu diantaranya berisi eksiklopedia dengan jumlah jutaan item tentang pengobatan dan obat-obatan. Bahkan diperkenalkan penyembuhan secara sistematis dan dijadikan rujukan selama tujuh abad kemudian (sampai abad ke-17).</p>
<p>Ibnu Sina meninggal pada tahun 1073, saat kembali di kota yang disukainya, Hamadan. Walau ia sudah meninggal, namun berbagai ilmunya sangat berguna dan digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang kini diderita umat manusia. (An)</p>
<p><em>LINK :  http://www.nlm.nih.gov</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/79/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/79/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=79&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/25/ibnu-sina-dan-kitab-suci-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Silatur Rahim</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/24/silatur-rahim/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/24/silatur-rahim/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 07:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Mariatul Ulfa S.Pd Jalinan sayang yang semakin renggang Fenomena susahnya menjalin silaturrahim agaknya sudah menjadi wabah umum para penghuni kota-kota besar. Tak lekat dengan kerabat, tak kenal keluarga besar, tak punya waktu untuk saling mengunjungi bahkan sekedar bertukar sapa lewat surat, E-mail, atau telepon tak lagi teringat. Dari waktu ke waktu rutinitas hidup seolah hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=56&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mariatul Ulfa S.Pd</strong></p>
<p><strong>Jalinan sayang yang semakin renggang</strong></p>
<p>Fenomena susahnya menjalin silaturrahim agaknya sudah menjadi wabah umum para penghuni kota-kota besar. Tak lekat dengan kerabat, tak kenal keluarga besar, tak punya waktu untuk saling <span id="more-56"></span>mengunjungi bahkan sekedar bertukar sapa lewat surat, E-mail, atau telepon tak lagi teringat. Dari waktu ke waktu rutinitas hidup seolah hanya diisi dengan jadwal demi jadwal yang begitu padat hingga tak menyisakan ruang bagi kunjungan pada para kerabat.</p>
<p>Mulai dari dekat, secara bahasa, Ar-rahim berarti kasih sayang atau kerabat dekat. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: Ar-rahim secara umum dimaksudkan untuk para kerabat dekat, yang memiliki garis nasab (keturunan), baik berhak mewarisi ataupun tidak, mahram atau tidak.<br />
Sementara Silah berarti menyambungkan. Arti luasnya adalah upaya-upaya menyambung kan kasih sayang, kebaikan, hubungan kekerabatan baik yang terbentuk karena garis darah ataupun garis keturunan. </p>
<p>Dalam kontek dakwah, silaturrohmi dikembangkan jauh kepada setiap muslim, karena setiap muslim pada hakekatnya adalah saudara dan berhak mendapatkan jalinan kasih sayang, dihormati, dikunjungi, disambungkan kebaikan-kebaikan kepadanya, serta ditolaknya keburukan-keburukan atasnya. Namun, hubungan silaturrahim antar kerabat tetap harus diutamakan, sebagaimana Allah telah mengisyaratkan bahwa menjalin hubungan dakwah pertama kali adalah kepada keluarga dekat.<br />
Pengertian wa andzir &#8216;asyirotakal aqrobin, dan sampaikanlah peringatan kepada keluarga-keluargamu yang terdekat. Ini menjadi penegas bahwa kewajiban menyampaikan (berdakwah) semestinya diawali dari pihak terdekat yaitu keluarga. Kalu dakwah saja diperintahkan untuk dimulai dari yang dekat, yaitu keluarga, apalagi hubungan kasih sayang, kelembutan dan kebaikan dalam silaturrahim yang salah satu maknanya berarti hubungan kekerabatan. Kebiasaan masyarakat umum sekarang, mereka lebih mementingkan teman, relasi kerja. Mereka kurang memperhatikan kerabat-kerabat yang lebih dekat (hubungan darah atau hubungan perkawinan). Contoh nyatanya adalah pada waktu hari raya, mereka lebih mengutamakan pergi ke rumah teman-teman, relasi kerja, bahkan lebih senang mereka pergi picnic, mereka lupakan menyambung silaturrohim dengan kerabat. Pemberian paket lebaran juga begitu, teman atau relasi kerja, atasan, itu yang mereka utamakan. Diberikanlah paket lebaran yang mewah-mewah, sedangkan kerabat mereka lupakan. Padahal menurut Islam kerabatlah yang lebih diutamakan, terutama mereka yang tidak mempu dalam hal ekonomi.</p>
<p>Maka bercerminlah pada Rosulullah saw, kita bisa belajar bahwa silaturrahim adalah basis dari meluasnya kebaikan yang berkesesuaian dengan misi Rosul sebagai pembawa rohmat bagi seluruh alam. Menjaga hubungan silaturrohim dengan keluarga adalah langkah dakwah secara strategis, sebab siapa lagi orang yang bisa diandalkan untuk mensupot diri kita dalam susah dan senang kecuali kerabat?. Tak heran bila menjalin silaturrahim punya sekala tinggi dalam Islam, hingga mereka yang memutuskannya diancam dengan acaman terlaknat dan dimasukkan nereka.</p>
<p><strong>Jaring pengaman kehidupan</strong></p>
<p>Psikolog Leira Hevyta mengatakan, peran keluarga dan kerabat diketahui sangat besar dalam menopang kesetabilan emosi hingga keberhasilan hidup seseorang. Karena, &#8220;keluarga dan kerabat bisa menjadi jaring pengaman sesudah tetangga&#8221;. Contoh:<br />
Bila tetangga adalah jaring pengaman pertama. Bila kita mengalami musibah atau masalah, maka keluarga dan kerabat adalah jaring pengaman berikut yang meliputi jaring pengaman social, emosi, hingga fisik. Sebab ada hal-hal yang tidak bisa kita sharing (curhat) pada tetangga dan hanya bisa dilakukan pada keluarga.</p>
<p>Kalau selama ini kita tak pernah menjalin hubungan, tak pernah hangat, lalu tiba-tiba datang disaat ada masalah, kerabatpun tentu canggung penuh tanda tanya dan berfikir, emangnya kamu siapa? Selama ini kemana saja? Udah susah, baru muncul. Karena itulah jangan abaikan hubungan silaturrahim, dalam segala kesempatan, baik lapang maupun sempit, senang atau susah, suka maupun duka.</p>
<p><strong>Jangan sempitkan pintu silaturrohim</strong></p>
<p>Sayangnya, dengan alasan kesibukan dan gaya hidup modern, ajaran untuk memperkuat hubungan silaturrahim makin tergerus. Silatur rohim yang diriwayatkan sebagai pembawa rizki, pemanjang umur, bertambahnya kecintaan keluarga, tidak lagi disambut gembira.</p>
<p>Buka selalu tangan dan hati dengan lapang dada, dan  terima tamu apa adanya tanpa kepura-puraan. Karena, yang penting keutamaan silaturrohim yang harus diingat, tentu dengan menjaga adap-adap silaturrohim (QS. An-Nur : 27-28), menyebutkan bahwa setiap orang termasuk kerabat harus tetap mendapat izin dan menyampaikan salam sebelum bertamu. Kebiasaan nyelonong datang dan masuk rumah, baik merasa sudah tetangga dekat atau kerabat harus dihilangkan. </p>
<p>Dengan penjagaan adap di kedua belah pihak, tentu tak ada lagi alasan silaturrahim sulit terjalin. Apalagi di masa sekarang, sekalipun kesempatan untuk kunjung mengunjungi kerabat banyakdibatasi waktu kerja, kuliah atau dana. Bukankah masih ada hubungan telepon, SMS, atau surat yang bisa dikirimkan?. Maka mari kita rutinkan kembali usaha menjalin silaturrahim ini mulai dari sekarang.<br />
Berikut tips-tips menyuburkan silaturrahim:</p>
<p>1.Teruslah berhubungan<br />
Ditengah segala kesibukan, usahakan terus menyisihkan waktu untuk sekedar bertukar kabar lewat telepon, atau sekedar SMS. Dengan sanak keluarga, terutama bila kerabat kita tinggal berjauhan. Tentunya perhatian kita, bukan tak mungkin akan di balas dengan ketulusan perhatian juga.</p>
<p>2.Jadwalkan pertemuan rutin<br />
Bila kebetulan banyak anggota keluarga besar kita tinggal di satu wilayah, ada baiknya buat jadwal pertemuan rutin seperti arisan keluarga dengan tempat yang bergiliran.</p>
<p>3.Liburan atau wisata bareng<br />
Dalam hal ini harus di pertimbangkan ada tidaknya dana, tidak perlu memaksakan diri, tapi sesuaikan dengan kemampuan masing-masing anggota keluarga besar, dan perlu di musyawarahkan dengan matang.</p>
<p>4. Saling kunjung-mungunjungi<br />
Saling berkunjung tak hanya dilakukan di hari raya Idul Fitri, tapi di luar waktu kebiasaan saling mengunjungi amat baik dilakukan, terutama saat kerabat atau keluarga kesusahan atau sakit.</p>
<p>5. Saling beri hadiah atau bingkisan<br />
Saling memberi hadiah akan mengeratkan cinta kasih. Jangan berharap orang lain memberi hadiah lebih dulu, mulailah dari diri kita. Berilah hadiah pada sanak saudara sesuai kemampuan anda</p>
<p>6.Beri bantuan yang dibutuhkan<br />
Dalam kesulitan, seseorang tentu sangat membutuhkan bantuan orang lain terutama dari kerabat sebagai lingkungan terdekat</p>
<p>7.Hindari perasaan buruk<br />
Seringkali sebuah keluarga bermasalah hanya karena prasangka buruk. Akan lebih bijaksana bila semua prasangka itu di klarifikasi langsung pada yang bersangkutan. Jangan langsung disebarkan kemana-mana</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=56&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/24/silatur-rahim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keseimbangan Jasmani &amp; Rohani</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/kesimbangan-jasmani-dan-rohani/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/kesimbangan-jasmani-dan-rohani/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 18:56:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Samsul Arif S.Pd.I Agama Islam menuntut para pemeluknya untuk memperhatikan kepentingan jasmaninya dan sekaligus harus memeperhatikan kepentingan rohaninya, dan juga menuntut stiap muslim berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan gidup di dunia dan juga kebahagian hidup di akhirat. Oleh karina itu setiap muslim diperintahkan untuk membaca doa seperti diajarkan dalam Al Qur&#8217;an, yang artinya: … Ya Tuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=43&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Samsul Arif S.Pd.I</strong></p>
<p>Agama Islam menuntut para pemeluknya untuk memperhatikan kepentingan jasmaninya dan sekaligus harus memeperhatikan kepentingan rohaninya, dan juga menuntut stiap muslim berusaha untuk <span id="more-43"></span>mendapatkan kebahagiaan gidup di dunia dan juga kebahagian hidup di akhirat. Oleh karina itu setiap muslim diperintahkan untuk membaca doa seperti diajarkan dalam Al Qur&#8217;an, yang artinya: … Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.</p>
<p>Setiap muslim dilarang untuk meninggalkan urusan duniawi, karena menyibukkan diri dengan urusan akhirat, demikian pula sebalinya. Dalam hal ini Nabi Muhammad saw, telah bersabda yang artinya: bukanlah yang paling baik dari kamu sekalian orang yang meninggalkan duninya untuk akhiratnya dan bukan pula orang yang meninggalkan akhiratnya untuk dunianya, sehingga dia memperoleh keseluruhan dari keduanya (dunia dan akhirat).</p>
<p>Dalam hadits yang lain, diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi Muhammad saw bersabda yang artinya: Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada orang mukmin yang lemah. Dan pada masing-masing terdapat kebaikan. Tamaklah engkau pada apa saja yang memberi manfaat bagi kamu. Mintalah tolong kepada Allah dan jangan pesimis (merasa lemah). Dan juga pada sesuatu yang menimpa engkau, janganlah engkau berkata: &#8220;Andai kata aku aku melakukan begini, misalnya akan terjadi begini; akan tetapi katakanlah &#8220;Allah telah menentukan, karena kata &#8220;andai kata&#8221; itu membuka peluang bagi pekerjaan syaitan.</p>
<p>Dalam hadits tersebut di atas, Rosulullah saw, menetapkan bahwa orang mukmin yang kuat itu Lebih utama dari pada orang mukmin yang lemah dan lebih dicintai oleh Allah swt. Dan bahwa pada masing-masing dari keduanya terdapat sebagian dari kebaikan, yaitu karena beriman. Kemudian Rosulullah saw, secara global menerangkan bahwa kekuatan itu terletak pada empat faktor, yaitu:</p>
<p>a. Tamak terhadap setiap sesuatu yang bermanfaat<br />
b. Memohon pertolongan kepada kekuatan Allah swt, yang tidak dapat dilemahkan oleh sesuatupun<br />
c. Terus menerus menghadapi pekerjaan dengan tekun, pantang menyerah dan tanpa merasa lemah (pesemis)<br />
d. Sabar pada waktu tertimpa musibah tanpa membiarkan dirinya dipermaikan oleh angan-angan dan tidak tunduk kepada godaan setan.</p>
<p>Faktor yang pertama menuntut setiap mukmin untuk selalu sadar terhadap setiap kesempatan yang dapat dipergunakan dan diambil faedahnya. Setiap sesuatu yang mem beri manfaat orang mukmin dalam kehidupan di dunia ini dan kehidupan di akhiratm wajib bagi setiap mukmin utnuk tamak terhadapnya dan bekerja untuk mendapatkannya. Dalam hal dunia, wajib bagi setiap mukmin untuk mengusahakan dari jalan yang halal. Dalam hal pangkat, wajib bagi setiap mukmin untuk mengerahkan kemampuanya guna mencapainya dengan cara yang wajar dan baik. Dalam hal ilmu, wajib bagi setiap mukmin untuk tidak menyimpan kemampuannya. Dalam hal akhlaq yang mulia yang dapat diperoleh dengan tujuan, mengekang nafsu dan bersabar, maka wajib bagi orang mukmin untuk memperoleh bagian yang terbesar. Dalam hal agama, maka yang Jelassetiap mukmin wajib menyangatkan ketamakan nya untuk menjadi bekal bagi kehidupannya di akhirat, dan berusaha untuk mengambil faidah dalam kehidupan di dunia.</p>
<p>Faktor yang kedua, yaitu memohon pertolo ngan Allah. Setiap mukmin selalu memerlukan pertolongan Allah swt. Allah memerintahkan kepada kita sekalian untuk membaca pada setiap rokaan dari setiap sholat: &#8220;Iyyaka na&#8217;budu wa iyyaka nasta&#8217;in&#8221;, artinya: Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.</p>
<p>Untuk faktor yang ke tiga ini, kami ketengahkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik ra, bahwa Rosulullah saw, dalam doa beliau selalu mengucapkan: &#8220;Allahumma inni a&#8217;udzubika minal &#8216;ajzi wal kasali wal jubni wal bukhli&#8221;, artinya: Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon perlindungan kepadamu dari sifat pesimis, malas, licik dan kikir. Dari doa Rosulullah saw tersebut dapat diambil pengertian, bahwa agama Islam itu membenci sifat malas, memerangi sifat berpura-pura tawakal (berserah diri kepada Allah) dan tidak rela apabila orang mukmin itu menjadi lemah sehingga dihina orang lain atau menjadi pemalas sehingga meminta-minta kepada orang lain atau menjadi penganggur sehinga menjadi orang yang tidak berguna. Padahal orang mukmin itu seharusnya melebihi orang lain, menjadi orang yang kaya dan orang yang mulia.</p>
<p>Faktor ke empat adalah menutup pintu lamunan dan angan-angan yang batal karena orang mukmin itu wajib menyiapkan dirinya untuk kehidupan di hari esok dan bukan untuk hari kemarin. Dan hendaklah orang mukmin itu mengerjakan pekerjaan yang sedang dihadapi dan jangan menjadi orang yang bermimpi dan tertipu oleh angan-angan dan lamunan. Jika setiap manusia dalam kehidupan di dunia ini kadang-kadang dihadapkan kepada kegagalan dari usahanya dan pada suatu ketika menjadi sasaran dari kejadian. Maka hendaklah dia menghadapi apa yang merintangi jalannya dengan jiwa mukmin yang sejati, yaitu menyadari bahwa rintangan tersebut adalah sudah menjadi ketentuan dan kehendak Allah swt yang tidak dapat dielakkan, sehingga dia harus mengulangi bekerja dan barusaha dengan keyakinan akan sampai pada sasaran tujuannya.</p>
<p>Sesungguhnya setiap mukmin itu wajib memiliki keyakinan bahwa ketentuan Allah swt itu tidak mungkin berubah seandainya dia mengejakan selain apa yang dia kerjakan. Misalnya: penyakit yang menjadi penyebab kematiannya adalah tidak mungkin dapat sembuh andai kata ada dokter lain yang mengobati. Putusan pengadilan yang merugikan dirinya adalah tidak mungkin membawa keberuntungannya andaikata ada seorang pembela yang masyhur yang membela. Jika demikian, maka tidaklah bijaksana bahkan tidak benar apabila ia mengatakan: &#8220;andaikata perkara itu demikian, maka akan terjadi demikian. Yang bijaksana adalah jika dia meninggalkan apa yang sudah terjadi agar perhatiannya sepenuh nya dapat ditujukan kepada apa yang akan terjadi, seluruh kemampuannya dikerahkan untuk bekerja, sehingga apa yang telah lewat tidak menjerumuskannya dalam jurang penyesalan dan tidak mengajaknya bercumbu rayu setan dalam lamunan yang tidak membuahkan kecuali penyesalan yang sia-sia dan kesibukan hati dengan hal-hal yang tidak berfaedah serta menyia-nyiakan waktu dalam hal-hal yang tidak membuatnya kaya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=43&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/kesimbangan-jasmani-dan-rohani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmu Itu Prioritas</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/ilmu-itu-prioritas/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/ilmu-itu-prioritas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 18:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[H. M. Kamilun Muhtadi Pembahasan ILMU pada tulisan singkat ini bersifat sangat umum dan mendasar, ia tidak hendak mencakup kajian filsafat yang amat luas, yang seakan melewati batas alam. Juga tidak akan menyinggung TEORI PENGETAHUAN, tidak juga menjurus pada cabang-cabang filsafat yang berhubungan dengan hak hidup ataupun EPISTEMOLOGIS yakni cabang filsafat; dasar-dasar dan batas-batas pengetahuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=42&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>H. M. Kamilun Muhtadi</strong></p>
<p>Pembahasan ILMU pada tulisan singkat ini bersifat sangat umum dan mendasar, ia tidak hendak mencakup kajian filsafat yang amat luas, yang seakan melewati batas alam. Juga tidak akan <span id="more-42"></span>menyinggung TEORI PENGETAHUAN, tidak juga menjurus pada cabang-cabang filsafat yang berhubungan dengan hak hidup ataupun EPISTEMOLOGIS yakni cabang filsafat; dasar-dasar dan batas-batas pengetahuan atau pengkajian tentang asal, berlakunya dan hubungan pengetahuan dengan pengalaman manusia. Bukan pula AKSIOLOGIS yaitu kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia.</p>
<p>Untuk keperluan itulah dari sejumlah banyak definisi ILMU yang kita pilih dan kita maksudkan di sini adalah:<br />
1. Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode<br />
    tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu.<br />
2. Pengetahuan atau kepandaian tentang soal duniawi, akhirat, lahir, batin, dan sebagainya.</p>
<p>Para pemikir Islam, kita ambil dua dari banyak pakar yakni Ibnu Kholdun dalam kitabnya Al  Muqaddimah, mengatakan Ilmu/”uluum” itu ada dua macam; ilmu thabi’i (=alamiah) di mana manusia mendapatkannya melalui pemikirannya  dan ilmu naqli (=pemberitaan) yang diperoleh mausia dari Yang Maha Menciptakannya. Yang pertama adalah pengetahuan-pengetahuan yang sifatnya logika, nalar dan filsafat yang diperoleh seseorang dari pemikirannya sendiri (menggunakan potensi akal anugerah Allah Ta’ala). Yang ke dua adalah pengetahuan-pengetahuan naqliyah (informasi) yang seluruhnya disandarkan pada sumber-sumber berita dari sumber syara’/ hukum-hukum Unity of Allah atau ke Tuhanan.</p>
<p>Raghib Al Ashfahani juga membagi ilmu dari sisi lain, yang tak terlalu berbeda dengan Ibmu Khaldun, membaginya: Ilmu teoritis dan aplikatif. Ilmu teoritis berarti ilmu yang hanya membutuhkan pengetahuan tentangnya. Jika telah diketahui berarti telah sempurna, seperti ilmu tentang dunia ataupun tentang keberadaannya. Sedangkan, ilmu aplikatif adalah ilmu yang tidak sempurna tanpa dipraktekkan, seperti ilmu tentang ibadah akhlak dan lain sebagainya.</p>
<p>Pembagian ini juga biasa disebut ilmu rasional dan doctrinal. Ilmu rasional adalah imuyang didapat dengan akal dan penelitian, sedangakn ilmu doctrinal merupakan ilmu yang didapatkan dengan pemberitaan wahyu Allah, dan sabda Nabi saw.</p>
<p>Di dalam Al Qur’an terdapat banyak dalil atas keutamaan ilmu. Diantaranya, firman Allah swt: “Niscaya Allah akan meniggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS. Al Mujadalah : 11). “Dan perumpamaan-perumpamaan ini kami buat untuk manusia dan tiada yang memahaminya, kecuali orang-orang yang berilmu (QA. Al Ankabut : 43).</p>
<p>Bahkan ayat AL Qur’an yang pertama-pertama diturunkan kepada Rasulullah saw jelas-jelas menggambarkan keutamaan ilmu, yaitu dengan perintah membaca sebagai kunci ilmu pengetahuan dan menyebut qalam (pena) atau transformasi ilmu pengetahuan. Firman Allah swt: “Bacalah dengan menyebut asma Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantara qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” (Al ‘Alaq 1 :5).</p>
<p>Ayat ini merupakan indikator mulianya belajar dan ilmu pengetahuan. Pada ayat lain Allah juga bersumpah dengan Qalam/ kalam/pena: “Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis” (Al Qalam ayat 1). Sumpah dengan menggunakan Qalam menunjukkan betaba pentingnya menggiatkan budaya TULIS-BACA terkait dengan ilmu dan aktifitas belajar.</p>
<p>Penting juga kita renungkan sabda-sabda Nabi Muhammad saw terkait dengan keutamaan ilmu dan menuntutnya. Diantara lain, dalam sebuah hadits yang panjang yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Turmudzi: “Dari Abu Darda’  katanya aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan baginya untuk menuju sorga, sesungguhnya para malaikat merendahkan sayapnya demi untuk menghormat seorang yang menuntut ilmu, sesungguhnya seorang yangberilmu akan dimintakan ampun oleh penduduk langit dan di bumi sampai ikan yang berada di air. Kelebihan seorang berilmu atas seorang ahli beribadah adalah kelebihan bulan di atas segala bintang. Sesungguhnya kaum ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan uang, baik yang berupa dinar maupun dirham, mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa yang menerima ilmu maka ia telah menerima sesuatu yang paling berharga”.</p>
<p>Dari hadits ini dapatlah ditarik kesimpulan akan super pentingnya ILMU bagi kita, serta kedudukan para pencari ilmu yang nota bene sangat mulia dibandingkan dengan harta, maka: ilmu bisa menjaga pemiliknya, sedangkan pemilik harta harus menjaga hartanya. Dari sisi lain harta berkurang bila dibelanjakan, sedangkan ilmu semakin bertambah jika disapai-sampaikan, di”transfer” atau dibagikan. Dan kelebihan-kelebihan lainya. Firman Allah dan sabda An Nabi saw di atas menunjukkan bahwa ilmu memiliki tempat yang tinggi dalam Islam dan Islampun meninggikan kedudukan orang-orang yang berilmu/para ulama’, sarjana yang beriman dan beramal sholeh.</p>
<p>Di dalam kitab IHYA ‘ULUMUDDIN, Imam Ghazali mengutip pandangan Al Khalil bin Ahmad yang berpendapat bahwa manusia terkait dengan ilmu itu ada 4 macam:<br />
1. Ada orang yang tahu dan tahu bahwa ia mengetahui, maka itulah orang yang berilmu (orang alim) dan ikutilah dia.<br />
2.  Ada orang yang tahu tetapi tidak tahu bahwa ia mengetahui, maka itulah ibarat orang yang sedang tidur dan bangunkanlah dia.<br />
3. Ada orang yang tidak tahu dan dia tahu kalau dirinya tidak mengetahui, maka itulah orang yang memerlukan bimbingan, ajarilah dia.<br />
4. Ada orang yang tidak tahu tetapi dia tidak tahu bahwa dirinya tidak mengetahui, maka itulah orang yang bodoh dan waspadalah terhadap dirinya.</p>
<p>Demikian hati-hatinya serta atensinya yang tinggi terhadap ilmu dalam agama Islam, sampai-sampai kita dianjurkan untuk tidak berkata tanpa ilmu dalam hadits Abu Hurairah ra yangdiriwayatkan secara marfu’: “Barang siapa erfatwa tentang sesuatu tanpa dasar (tanpa ilmu), maka dosanya dipikul oleh orang yang berfatwa.</p>
<p>Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah ra, sangat respek dan apresiate terhadap seseorang yang saat ditanya dan kebetulan tidak tahu menjawab dengan sejujurnya. Pernah pada suatu kesempatan beliau berkata: “Sungguh menyejukkan hatiku” tiga kali. Mereka bertanya, “Apa itu wahai Amirul Mukminin? “Beliau menjawab,” Yaitu seseorang yang ditanya tentang sesuatu yang tidak diketahuinya lalu dia menjawab: “Allahu a’lam”.</p>
<p>Sebagai kesimpulan dapatlah disimpulkan bahwa menuntut ilmu bukan sekedar wajib biasa, tetapi PRIORITAS. Nabi saw sendiri telah mewajibkan pada kaum muslimin untuk menuntut ilmu pengetahuan sesuai dengan sabdanya: “Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap orang muslim”. Jikalau  Allah swt dan Nabi Nya saw menganggap ilmu itu prioritas, mengapa kita tidak menganggapnya demikian? Mengapa kita bermalas-malas? Mengapa kita tidak rajin membaca? Pertama dan utama mambaca Al Qur’an? Ingatlah ada kata bijak, fatwa penting dalam bahasa Arab “Al Ilmu bi jiddin, wa la bi jaddin” &#8211; Ilmu itu harus dicari dengan bersungguh-sungguh, ilmu bukanlah warisan leluhur kita.” Tak heran orang Jawa mengatakan ilmu itu NGELMU  yang berarti angel yen durung ketemu. Jadi kita semua harus belajar, menuntutnya dengan sungguh-sungguh, mencarinya hingga dapat. Sungguh ilmu itu PRIORITAS.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=42&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/ilmu-itu-prioritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Al Qur&#8217;an</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/keajaiban-al-quran/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/keajaiban-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 18:13:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[M. Aminuddin Kholis Al Qur’an atau Al Kitab atau AL Furqon yang telah diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril as, selama kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari merupakan satu-satunya kitab Allah swt yang dijaga keaslian dan kemurniannya. Sebagaimna ditegaskan oleh Allah swt di dalam surat Al Hijr ayat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=41&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>M. Aminuddin Kholis</strong></p>
<p>Al Qur’an atau  Al Kitab atau AL Furqon yang telah diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril as, selama kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari merupakan satu-satunya <span id="more-41"></span>kitab Allah swt yang dijaga keaslian dan kemurniannya. Sebagaimna ditegaskan oleh Allah swt di dalam surat Al Hijr ayat 9 yang artinya: “Sesungguhnya kami (Allah) yang telah menurunkan Adz Dzikru (Al Qur’an), dan sesungguhnya kami pastilah yang menjaganya”. </p>
<p>Mu’jizat terbesar yang diturunkan 14 abad yang lalu, penuh dengan keistimewaan dan hikmah luar biasa. Kandungan yang tersurat maupun yang tersirat dari Al Qur’an (meliputi sejarah, proses penciptaan alam semesta, keTuhanan, peribadatan, etika, muamalat, dan lain-lain) baik yang telah terjadi maupun yang belum dan akan terjadi adalah bukti nyata bahwa Al Qur’an adalah kalam (firman) Allah. Manusia jin dan makhluq Allah yang lain tidak akan mampu membuat semisal dari Al Qur’an walaupun hanya satu ayat saja. Sebagaimana telah disebutkan di dalam Al Qur’an, surat AL Baqoroh ayat 23 yang artinya: “Dan jika kalian (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang telah  Kami   wahyukan   kepada   hamba   kami(Muhammad) buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolong kalian selain Allah jika kalian orang-orang yang benar”.</p>
<p>Selain itu,  Al Qur’an memiliki berbagai keajaiban yang mengagumkan, diantaranya adalah sejumlah fakta ilmiah yang hanya kita ketahui melalui penemuan teknlogi abad ke 20, tetapi  Al Qur’an telah berbicara 1400 tahun yang lalu. Ketika Al Qur’an diturunkan, bangsa arab atau bangsa-bangsa lain di dunia masih mempercayai tahayul dan yang berbau mistik, tanpa didasari oleh pengetahuan-pengetahuan ilmiah. Tidak adanya teknologi untuk meneliti alam semesta menyebabkan bangsa arab waktu itu mempercayai legenda-legenda dari nenek moyang mereka. Misalnya mereka percaya gunung-gunung menopang langit di atasnya dan meyakini bahwa bumi ini rata dan terdapat gunung-gunung di kedua tepinya. Kepercayaan mereka seperti ini telah dihapus oleh Al Qur’an, sebagaimana difirmankan Allah swt di dalam surat Ar Ro’du ayat 2 yang artinya: “Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam (menguasai) Arsy,  dan menunduk kan    matahari    dan    bulan ,   masing-masingBeredar hingga waktu yang ditetukan. Allah mengatur urusan (makhluqNya) menjelaaskan tanda-tanda (kebesaranku) supaya kamu meyakini pertemuanmu dengan Tuhanmu”.</p>
<p>Al Qur’an yang ketika diturunkan waktu itu masih sedikit sekali manusia yang menguasai ilmu astronomi, fisika atau biologi berisi fakta-fakta kunci dari berbagai hal seperti penciptaan alam semesta, penciptaan manusia, struktur atsmosfir dan keseimbangan sempurna yang memungkinkan adanya kehidupan di bumi. </p>
<p>Asal mula alam semesta digambarkan oleh Al Qur’an pada surat  Al  An’am ayat 101 yang artinya: “Dia pencipta langit dan bumi”. Keterangan yang ada di Al Qur’an ini sangat sesuai dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang di dapat astrofisika (ahli fisika) saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta beserta dimensi materi dan waktu muncul dan menjadi ada sebagai hasil dari ledakan raksasa dalam sekejap. Peristiwa yang disebut big bang ini terjadi sekitar 15 milyar tahun yang lalu.</p>
<p>Mengembangnya alam semesta in telah digambarkan oleh  Al Qur’an sebagaimana disebutkan di dalam surat Adz Dzariyat ayat 47 yang artinya: “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan Kami dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya”. Kata langit sebagaimana terdapat dalam ayat ini, banyak digunkan dalam Al Qur’an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Penemuan dari para ahli fisika dari Rusia dan Belgia di abad 20 ini menunjukkan kebenaran Al Qur’an, bahwa alam semesta ini terus menerus bergerak dan mengembang. Fakta ini juga dibuktikan dengan data pengamatan pada tahun 1929 di mana bintang-bintang dan galaxi bergerak saling menjauhi.</p>
<p>Demikian juga matahari dan bulan yang bergerak menurut garis edar masing-masing Sebagaimana dikatakan dalam Al Qur’an surat Al Anbiya’ ayat 33 yang artinya “Dan Dialah yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan, masing-masing dari keduanya itu beredar pada garis edarnya.” Disebutkan di dalam surat yang lain bahwa matahari tidaklah Diam, tetapibergerak pada garis edar tertentu. Hal ini ditegaskan dalam surat Yasin ayat 38 yang artinya: “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”</p>
<p>Menurut perhitungan para ahli astronomi matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yaitu mencapai 720.000 km/jam dalam sehari. Terdapat sekitar 200 milyar galaxi yang ada di alam semesta ini, masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar dari bintang-bintang ini mempunyai planet. Semua benda-benda langit ini bergerak dalam garis edar yang telah diperhitungkan dengan sangat teliti. Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda luar angkasa, galxi-galaxipun bergerak dengan kecepatan luar biasa dalam satu garis peredaran yang sangat terhitung dan terencana. Tidak pernah menyerobot satu sama lain apalagi berbenturan atau bertabrakan, sebagaimana ditegas kan dalam  Al Qur’an surat Adz Dzariyat ayat 7 yang artinya: “Demi langit yang mempunyai jalan”.</p>
<p>Dalam  Al Qur’an Allah menunjukkan pada kita tentang langit yang menarik untuk dipelajari dan dicermati. Firman Allah dalam surat Al Anbiya’ ayat 32 yang artinya: “Dan kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara. Sedang mereka berpaling dari tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya”.sifat langit ini telah dibuktikan dengan penelitian ilmiah abat 20.<br />
Langit juga berfungsi untuk mengembalikan air dari dan ke bumi sebagaimana di tegaskan dalam surat At Thoriq ayat 7 yang artinya: “Demi langit yang mengandung hujan”. Kalimat Ar Roj’ menurut bahasa berarti pulang atau kembali. Hujan dinamakan Ar Roj’  dalam ayat ini, karena hujan itu berasal dari uap  yang  naik dari bumi ke udara, kemudian turun ke bumi, begitu seterusnya.</p>
<p>Atsmosfir yang melingkupi bumi ini berperan sangat penting dalam kehidupan, diantaranya dengan menghancurkan meteor besar atau kecil yang jatuh ke bumi, sehingga tidak sampai membahayakan kehidupan di bumi. Atsmosfir juga berfungsi melindungi bumi dari suhu beku ruang angkasa yang mencapai sekitar270 derajat celcius di bawah nol.</p>
<p>Selain langit dan tata surya yang begitu teratur dan indah, kita juga diarahkan oleh Allah untuk meneliti  dan mencermati bumi dan apa yang ada di dalamnya. Termasuk gunung yang berfungsi sebagai pasak pada bumi ini. Tahukah anda bahwa gunung-gunung itu berjalan? Jika kita membuka Al Qur’an surat An Nahl ayat 88, maka kita akan menjumpai keterangan tersebut. “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan seperti jalannya awan. Begitulah, Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.</p>
<p>Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Para ahli geologi terkemuka dunia menjelaskan bahwa kerak dan bagian terluar dari magma dengan ketebalan sekitar 100 km terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut sebagai lempengan. Terdapat 6 lempengan utama dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan diteliti dengan kecepatan 1 hingga 5 cm pertahun. Setiap tahun misalnya samudra atlantik menjadi sedikit lebih lebar.</p>
<p>Inilah beberapa fakta yang baru terungkap di abad ke 20 ini, tetapi Al Qur’an telah menjelaskannya 14 abad yang lalu. Hanya orang-orang yang beriman yang bisa mempercayai dan sekaligus meyakini apa yang terkandung di dalam  Al Qur’an  Al Karim, dan mereka yang selalu bertadabbur tentang makna dan isi dari kandungan ayat-ayat Al Qur’an.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=41&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/keajaiban-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meluruskan Amal Dan Aqidah</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/meluruskan-amal/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/meluruskan-amal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 18:05:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Ahmad Saifuddin Disebabkan dunia ini dalam kenyataannya, telah dibangun atas landasan pelbagai macam cobaan dan bencana, dicampuraduk dengan pelbabagai macam penyebab kesedihan dan keresahjan, dipenuhi sesak dengan pelbagai kesibukan yang melalaikan manusia dari perbuatan ketaatan, dan sebaliknya, mendorongnya ke arah perbuatan-perbuatan durhaka dan pembangkangan terhadap perintah dan ketentuan Allah swt. Walaupun demikian, pelbagai penyebab berpalingnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=40&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ahmad Saifuddin</strong></p>
<p>Disebabkan dunia ini  dalam kenyataannya, telah dibangun atas landasan  pelbagai macam cobaan dan bencana, dicampuraduk dengan pelbabagai macam penyebab kesedihan dan keresahjan, dipenuhi <span id="more-40"></span>sesak dengan pelbagai kesibukan yang melalaikan manusia dari perbuatan ketaatan, dan sebaliknya, mendorongnya ke arah perbuatan-perbuatan durhaka dan pembangkangan terhadap perintah dan ketentuan Allah swt.</p>
<p>Walaupun demikian, pelbagai penyebab berpalingnya manusia dari ketaantan kepada Allah swt. Dan kuatnya dorongan ke arah perbuatan kedurhakaan terhadap-Nya dapatlah semua itu tercakup dalam empat penyebab utama, yaitu:Pertama, kejahilan. Kedua, kelemahan iman. Ketiga, berpanjang angan-angan. Keempat, mengkonsumsi makanan haram ataupun syubhat (sesuatu yang diragukan kehalalannya).</p>
<p>Untuk menjelaskannya lebih lanjut, dibawah ini insya Allah akan kami uraikan tentang keempat hal tersebut di atas, dengan kalinat-kalimat yang singkat tapi padat; dengan harapan dapat mengingatkan kita akan bahayanya, dan mendorong kita untuk menyela matkan diri dari keburukan-keburukannya.</p>
<p><strong>Kejahilan</strong></p>
<p>Kejahilan adalah kebodohan yang disertai dengan sikap keras kepala, sehingga tidak dapat atau sulit sekali disadarkan. Kejahilan merupakan pangkal segala keburukan, dan penyebab segala bencana, kelompok mereka itu umumnya, termasuk yang pernah diisyaratkan oleh Rosulullah saw dalam sebuah sabdanya: ”Dunia ini terkutuk; semua yang ada di dalamnya terkutuk kecuali: 1) Dzikrullah, 2) Orang berlimu, 3) Pencari ilmu  (muta’allim).</p>
<p>Diriwayatkan bahwa ketika Allah menciptakan kebodohan (kejahilan), Ia berfirman kepadanya: “Datanglah kehadapan-Ku!” Namun kejahilan justru pergi membelakangi. Lalu Allah berfirman kepadanya, “Pergilah dari hadapan-Ku!” Namun ia justru datang menghadap. Maka keperkasaanku, tak suatupun di antara yang Ku-ciptakan, lebih Ku-benci dari pada engkau, dalam kelompok makhluq-Ku yang terjahat!”.</p>
<p>Imam Ali bin Abi Tholib pernah berkata: “Tiada musuh yang lebih kuat permusuhannya daripada kebodohan”. Karenanya, manusia senantiasa memusuhi apa yang tidak ia ketahui. Seorang jahil, mau tak mau, pasti terjerumus dalam perbuatan meninggalkan perintah Allahdan pelanggaran larangan-Nya. Sebabnya adalah ia tidak mungkin mengetahui mana yang berupa perintah Allah yang harus ia taati, dan mana yang berupa perbuatan terlarang (maksiat) yang harus ia hindari. Dan ia tidak mungkin berhasil keluar dari kegelapan kebodohan itu, kecuali dengan cahaya ilmu. Dan alangkah tepatnya apa yang dikatakan Asy Syaikh Ali bin Abu Bakar dalam Syairnya: “Kejahilan adalah api yang membakar dalam agama seseorang. Sedangkan ilmu adalah air yang memadamkannya.</p>
<p>Oleh sebab itu marilah kita selalu mempelajari apa saja yang diwajibkan Allah untuk kita ketahui. Dan pada hakikatnya, tidaklah diwajibkan atas kita untuk meluaskan pengetahuan tentang agama secara berlebihan, tetapi hendaklah kita pelajari segala suatu dari ilmu keimanan yang tidak akan menjadi sahih keimanan kita tanpa mengetahuinya. Dan mempelajari ilmu itu, adakalanya merupakan kewajiban segera, dan adakalanya boleh ditunda sementara, menakala berkaitan dengan hal-hal yang pelaksanaannya boleh ditunda sementara atau tuddak terlalu mendesak. Malik bin Dinar pernah berkata: “Barang siapa mencari ilmu untuk keperluan diri sendiri, sedikit saja cukuplah. Tetapi barang siapa mencari ilmu untuk keperluan manusia banyak, maka kebutuhan manusia itu amat banyak.”</p>
<p><strong>Kelemahan Iman</strong></p>
<p>Kelemahan iman merupakan bencana amat besar dan prilaku amat tercela yang menimbulkan pelbagai dampak negatif, seperti meninggalkan pengamalan ilmu yang telah diperoleh, mengabai kan amar ma’ruf  nahi mungkar, menimbulkan angan-angan kosong untuk dapat memperoleh ampunan tanpa upaya untuk itu, pemusatan perhatian secara berlebihan kepada perolehan harta, rasa takut kepada sesama makhluq (karena khawatir tidak memperoleh pemberian dari mereka) dan banyak lagi akhlak dan perilaku tercela.</p>
<p>Sudah jelas, bahwa kuat atau lemahnya kepatuhan seseorang, seperti juga pembangkangan nya terhadap Tuhannya, tidak deragukan lagi, adalah bergantung pada kadar kuat atau lemah imannya juga. Petunjuk pertama dari tandakelemahan iman seseorang, ialah ketika manudia lebih menyuakai meninggalkan perintah-perintah allah yang sudah jelas, dan sebaliknya, lebih sering cenderung mengerjakan hal-hal yang sudah jelas ataupun samar-samar bertentangn dengan kehendak Allah.</p>
<p>Adapun faktor-faktor yang dapat menambah kuatnya iman seseorang ada tiga: Pertama, sering-sering mendengarkan dengan seksama, desertai perenungan mendalam kepada ayat-ayat Al Quran dan hadis-hadis Nabi saw.</p>
<p>Kedua, sering-sering melihat dengan mata hati ataupun menari kesimpulan dari hasil pengamatan ilmiah dan rasional tentang betapa mengagumkan nya kerajaan Allah dalam langit dan bumi-Nya, yang sarat dengan pelbagai keajaiban dan tanda-tanda kebesaran seta keindahan ciptaan-Nya.</p>
<p>Ketiga, membiasakan diri untuk senantiasa memperbanyak amal-amal salih, seraya berupaya sungguh-sungguh agar jangan sampai terperosok dalam perbuatan maksiat ataupun keburukan-keburukan lainnya. Sibab, iman adalah perpaduan antara kata dan perbuatan;  yang akan bertambah akibat dilaksanankannya amalan ketaatan dan akan berkurang akibat dilaksanakannya perbuatan maksiat.</p>
<p>Demikiannlah, ketiga hal tersebut di atas, mudah-mudahan akan menambah iman dan menguatkan ketekunan dalam beramal saleh. Dan hanya kepada Allahlah kita memohon pertolongan.</p>
<p><strong>Berpanjang Angan-Angan Kosong</strong></p>
<p> Adapun berpanjang angan-angan kosong (Thulal amal) sungguh merupakan sifat amat tercela, bahkan merupakan penyebab kehancuran kehidupan akhirat, dan pendorong utama ke arah kecintaan berlebihan kepada kehidupan dunia. Dan diantara doa Rosulullah saw: “Aku berlindung kepada-Mu dari segala angan-angan yang melalaikanku.” Dalam sebuah pepatah dikatakan: “Barang siapa panjang angan-angannya, akan buruklah amalannya.”</p>
<p>Adapun yang dimaksud dengan berpanjang angan-angan adalah perasaan seseorang bahwa hidupnya di dunia ini masih akan berlangsung lama sekali, ia mengabaikan sesuatu yang pasti, dan sebaliknya, ia berpegang erat dengan sesuatuyang hanya berupa angan-angan kosong belaka. Selain itu, berpangjang angan-angan merupakan pangkal dari sejumlah keburukan akhlak dan perbuatan yang lebih banyak menghalangi seseorang melakukan amal ketaatan kepada Allah, dan sebalinya, mendorongnya terperosok ke dalam jurang kedurhakaan. Disamping itu, berpanjang angan-angan mendorong orang untuk selalu menunda-nunda perbuatan kebaikan, sehingga dapatlah dikatakan bahwa sikap seperti itu hanyalah menimbulkan “kemandulan” tanpa dapat menghasilkan kebaikan apa pun.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa kebanyakn ratapan dan raungan para penghuni neraka berasal dari penyakit menunda-nunda. Dan begitulah, seorang yang selalu menunda-nunda merasa sangat berat untuk mengerjakan amal-amal ketaatan. Oleh sebab itu, marilah kita memohon pertolongan kepada Allah, agar diberi kekuatan untuk melawan semua angan-angan konsong dan selalu sering mingingat maut yang sifatnya  ghoib (tak tampak) namun ia adalah sesuatu yang terdekat di antara yang ditunggu kedatangannya, sang penghancur kelezatan dan pemisah keluarga<br />
.<br />
<strong>Memakan Makanan Haram</strong></p>
<p>Adapun memakan makanan yang haram ataupun syubhat, tidak diragukan lagi, pasti akan memalingkan orang dari ketaatan, dan mendorongnya kepada kemaksiatan. Rosulullah saw bersabda: “barang siapa makanannya dari yang halal, niscaya seluruh anggota tubuhnya akan mendorongnya secara sukarela ataupun paksa kerah perbuatan ketaatan kepada Allah. Dan barang siapa mekanannya dari yang haram, niscaya seluruh anggota tubuhnya akan mendorongnya secara sukarela maupun paksa ke arah perbuatan durhaka.”Diriwayatkan pula: “Makanlah makanan apa saja yang kamu inginkan, niscaya perbuatanmu akan sejalan dengan apa yang kau makan.”</p>
<p>Sebagian kaum ‘Arifin berkata: “Tak suatu pun yang memutuskan hubungan antara manusia dan Allah (Al Haq), atau mengeluarkan mereka dari lingkaran kewalian, selain karena ketidak jelian mereka dalam mencermati apa saja yangmereka makan, apakah termasuk makanan yang haram atau syubhat (hukumnya samar-samar yakni haram atau halal). Kalaupun seseorang mengerjakan perbuatan ketaatan, niscaya perbuatannya itu tidak akan diterima di sisi Allah. Sebabnya adalah karena Allah swt, telah menyatakan: “Allah hanya jakan menerima dari orang-orang yang bertakwa”. Dan sesungguh nya Allah swt adalah Dzat Yang Maha Suci, takkan menerima kecuali sesuatu yang suci.</p>
<p>Demikian sekelumit  penyebab berpaling nya manusia dari ketaatan kepada Allah swt. Maka dengan jalan meluruskan amal dan ibadah adalah kunci kesuksesan hidup di dunia dan akhirat, kebahagiaan seseorang dan kesempur naannya adalah dalam berpegang teguh pada pelaksanaan perintah Allah swt, dan menyadari untuk apa ia diciptakan dan untuk apa hendaknya ia curahkan seluruh tenaga, fikiran, waktunya, seraya menjauhkan diri dari perkiraan-perkiraan palsu, serta bisikan-bisikan kaum yang  terkelabuhi.</p>
<p>Sesungguhnya inti sari kebajikan dan pilar penyangganya adalah takwa kepada Allah secara lahir dan batin dalam keadaan tampak atau tidak tampak. Takwa merupakan pekerti yang terpuji, yang menghimpun bagi pelakunya kebaikan dunia akhirat. Karena kedudukannya yang begitu besar di dalam agama, dan keagungan nilainya di sisi para Ulama’, sehingga para Ulama’ merasa cukup dengan mewasiatkannya. </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=40&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/meluruskan-amal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membahagiakan Jiwa</title>
		<link>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/membahagiakan-jiwa/</link>
		<comments>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/membahagiakan-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 17:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MIIQ DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://miiqdm.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[H. Samsul Arifin S.Ag Jiwa merupakan pemimpin dan Raja dari semua anggota tubuh. Jiwa adalah sumber dari semua aqidah, akhlaq dan niat yang tercela maupun terpuji, tiada kebahagiaan di dunia dan akhirat, melaikan bagi siapa yang menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, melaikan bagi siapa yang menuju tuhan dan membersihkan dari sifat-sifat buruk dan rendah serta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=38&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>H. Samsul Arifin S.Ag</strong></p>
<p>Jiwa merupakan pemimpin dan Raja dari semua anggota tubuh. Jiwa adalah sumber dari semua aqidah, akhlaq dan niat yang tercela maupun terpuji, tiada kebahagiaan di dunia dan akhirat, melaikan bagi siapa yang menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, melaikan bagi siapa yang menuju tuhan dan membersihkan dari sifat-sifat buruk dan rendah serta menghiasinya dengan sifat-sifat yang baik dan utama.<br />
<span id="more-38"></span><br />
Maka dari itu gembirakanlah jiwa kita dengan mengingat kebaikan-kebaikan, tenang kan hati kita dengan bertaubat dari semua keburukan-keburukan yang pernah kita lakukan, dan rangkulkanlah &#8220;tangan-tangan&#8221; kita yang putih bersih ini ke leher orang lain, niscaya kebahagiaan akan mendekati hidup kita.</p>
<p><strong>Seperti Apakah Kebahagiaan itu?</strong></p>
<p>Kebahagiaan itu, menurut sahabat, adalah sesuatu yang tidak banyak menyibukkan, kehidu pan yang sangat sederhana, dan penghasilan yang pas-pasan.<br />
Kebahagiaan bagi ibnu Al Musyib adalah pemahamannya terhadap Tuhannyanya, bagi Al Bukhori adalah kitab Shohihnya, bagi Hasan Al Basyri adalah kejujurannya,bagi Asy Syafi&#8217;iadalah hukum-hukum yang disimpulkannya, bagi Malik adalah kehati-hatiannya, bagi Ahmad bin Hambal adalah sikap waro&#8217;nya, dan bagi Tsabit Al Bunawi adalah ibadahnya.</p>
<p>Kebahagian itu tidak terlatak pada cek yang dicairkan, tidak pada kendaraan yang di beli, bukan pula pada wangi bunga yang semerbak. Kebahagiaan itu adalah keriangan hati, karena kebenaran yang di hayatinya. Kebahagiaan adalah kelapangan dada, karena prinsip yang menjadi pedoman hidup. Dan kebahagiaan adalah ketenangan hati, karena kebaikan yang ada di sekelilingnya. Kebahagia an itu, juga ada di dalam pengorbanan dan pengingkaran terhadap keinginan diri sendiri dan merupakan usaha mengeluarkan semua upaya dan mencegah semua bahaya, serta jauh dari sifat anamiyah (egois, balas dendam), memecahkan kesulitan dan menyurutkan permusuhan. Senyum adalah kunci kebahagia an, cinta adalah pintunya, kegembiraan adalah taman bunganya, Iman adalah cahayanya, dan keimanan adalah temboknya. Dalam hadits shohih disebutkan, &#8220;Kebahagiaan itu adalah akhlaq yang baik, sedangkan dosa adalah apa yang terbesit dalam dadamu, dan engkau tak suka orang lain tahu hal itu.&#8221;</p>
<p>Kebahagiaan adalah kebaikan. Dalam hadits lain disebutkan, &#8220;Kebaikan itu mendatangkan ketenangan, sedangkan dosa menimbulkan kecurigan&#8221;. Kenyataan yang ada, orang yang berbuat baik akan selalu merasa tenang, sedangkan kecurigaan akan menyibukkan diri untuk mengetahui apa yang terjadi, apa yang terdetik di hati orang lain dan ingin tahu segalanya, segala sesuatu yang hanya membuat jiwa tidak tenang.</p>
<p><strong>Mahkota Kebahagiaan</strong></p>
<p>Untuk memperoleh kebahagiaan, rasa aman dan ketenangan, maka setiap individu dituntut Untuk melakukan nilai-nilai keutamaan, sifat mulia, dan tindakan-tindakan yang baik. &#8220;Berusahalah untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untukmu dengan tetap memohon pertolongan kepada Allah&#8221; (Al Hadits).</p>
<p>Dalam konteks mencari keutamaan, maka yang dibutuhkan adalah kecepatan dan bersegera. Rosulullah bersabda, &#8220;Bersegerahlah melakukan lima hal sebeluim datang lima hal yang lain&#8221;. Jangan lamban untuk melakukan kebaikan, jangan menunggu waktu untuk melakukan perbuatan yang baik, dan jangan selalu mengulur-ulur kesempatan dengan mengatakan, &#8220;Nanti, saja pasti akan ….&#8221;. Padahal kita ingin mencari keutamaan.</p>
<p>Kebahagiaan takkan dapat dicapai hanya dengan tidur yang panjang, bersikap masa bodoh, dan meninggalkan nilai-nilai yang tinggi. Jangan kita tunda apa yang bisa kita kerjakan, karena Allah mencegah hambanya untuk menunda pekerjaan yang baik. Dalam hal ini Allah berfirman yang artinya: &#8220;Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. (QS. Al Muthoffifiin ayat 26).<br />
<strong><br />
Tulang Punggung Kebahagiaan</strong></p>
<p>Tulang punggung kebahagiaan adalah hati yang selalu bersyukur, lidah yang berdzikir, dan watak yang senantiasa bersabar. Dan salah satu tanda kebahagiaan seorang hamba adalah menyembunyikan rahasia dirinya dan merencana kan jalan hidupnya. Sesungguhnya titik lemahyang ada pada manusia adalah selalu menyingkap lembaran-lembaran kehidupannya kepada orang lain, menyebarkan rahasia dan menyebarkan berita.</p>
<p>Kaitannya dengan persoalan kebahagiaan adalah barang siapa yang menyebarkan rahasia dirinya, maka umumnya mereka akan menga lami penyesalan, kesedihan dan kegelisahan. &#8220;Dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun.&#8221; (QS. Al Kahfi ayat: 19).</p>
<p><strong>Beberapa Cara Menuju Kebahagiaan</strong></p>
<p>1.	Sadarilah bahwa kita tidak hidup hanya dalam batasan hari ini saja, maka akan terpecahkan lah pikiran kita, akan kacau semua urusan dan akan Semakin menggunung kesedihan dan kegundaan diri kita. Inilah makna dari Sabda Nabi Muhammad saw: &#8220;Jika pagi tiba, janganlah menunggu sore, dan jika sore tiba, janganlah menunggu waktu pagi&#8221;.<br />
2.	Lupakan masa lalu dan semua yang pernah terjadi; karena perhatian yang terpaku pada yang telah lewat dan selesai merupakan kebodohan dan kegilaan.<br />
3.	Jangan mudah tergoncang oleh kritikan. Jadilah orang yang teguh pendirian, dan sadarilah bahwa kritikan itu akan mengangkat harga diri kita setara dengan kritikan tersebut.<br />
4.	Beriman kepada Allah, dan beramal sholeh adalah kehidupan yang baik dan bahagia.<br />
5.	Barang siapa menginginkan ketenangan, kete duhan, dan kesenangan, maka dia harus berdzikir kepada Allah.<br />
6.	Jangan menunggu terimakasih dari orang lain.<br />
7.	Persiapkan diri kita untuk menerima kemung kinan terburruk.<br />
8.	Berpikirlah tentang nikmat, lalu bersyukurlah.<br />
9.	Musibah itu akan menajamkan nurani dan menguatkan hati.<br />
10.	Sesungguhnya setelah kesulitan itu akan ada kemudahan.<br />
11.	Jangan pernah hancur hanya karena masalah-masalah sepeleh.<br />
12.	Ulangilah doa-doa untuk menghapuskan bencana.<br />
13.	Kita harus melakukan perbuatan yang baik, membuahkan, dan tinggalkan kekosongan.<br />
14.	Tinggalkanlah semua kasak-kusuk, dan jangan percaya kepada kabar burung.<br />
15.	kedengkian dan keinginan kita yang kuat untuk membalas dendam itu hanya akan membahayakan kesehatan kita sendiri; lebih besar dari pada bahaya yang akan menimpa pihak lawan.</p>
<p>Wahai kaum muslimin dan muslimat, inilah kiat-kiat sukses untuk menggapai kebahagiaan. Untuk itu renungkanlah, pahamilah dan kerjakanlah, supaya kita dapat menjalani kehidupan ini dengan bahagia!<br />
• Keimanan menghapuskan keresahan, dan melengkapkan kegundahan. Keimanan adalah kesenangan yang di buru oleh orang-orang yang bertauhid dan hiburan bagi orang yang ahli ibadah.<br />
• Yang lalu telah berlalu dan yang telah pergi telah mati, jangan dipikirkan yang telah berlalu, karena telah pergi dan selesai.<br />
• Terimalah qodlo&#8217; yang telah pasti dan rezeki yang telah di bagi itu dengan hati terbuka. Segala sesuatu itu ada ukurannya. Karenanya, hilangkanlah kegelisahan.<br />
• Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah,  hati kita akan menjadi tentaram dosa akan diabaikan Allah dan Allah akan menjadi ridlo, serta tekanan hidup akan terasa ringan.<br />
• Bersihkan jiwa dari dengki, dan jernihkan dari iri. Keluarkanlah penyakit permusuhan dan percecokan dari dalam jiwa.<br />
• Hindarilah manusia kecuali untuk perbuatan baik, jadilah orang yang senantiasa berada di dalam rumah, hadapilah hal-hal yang ada kepentingannya dengan diri kita, dan kurangi lah berbaur dengan banyak orang (yang tidak membawa manfaat).<br />
• Buku adalah teman yang paling baik. Bercakap-cakaplah dengan buku, bersahabat lah dengan ilmu, dan bertemanlah dengan pengetahuan.<br />
• Hiduplah bersama Al Qur&#8217;an, baik dengan cara menghafal, membaca, mendengarkan, atau merenungkan, sebab ini merupakan obat paling mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan.<br />
• Bertawakkallah kepada Allah dan serahkan semua perkara kepada-Nya. Terimalah semua ketentuan-Nya dengan sepenuh hati, berlindunglah kepada-Nya dan bergantunglah kepanda-Nya, karena sesungguhnya Dia cukup sebagai pelindungmu.<br />
• Maafkanlah orang yang pernah melakukan kedzaliman kepada kita. Sambunglah tali selaturrahmi orang yang memutuskan tali selaturrahmi dengan kita. Berilah orang yang tidak pernah memberi kepada kita. Bersabarlah terhadap orang yang berbuat jahat kepada kita, niscaya kita akan memperoleh rasa bahagia dan aman dalam diri kita.<br />
• Berbuat baiklah kepada sesama, dan baktikan kebaikan kepada semua orang agar kita akan mendapatkan kebahagiaan dari menjenguk orang sakit, dari memberi sesuatu kepada orang yang membutuhkan dan dari mengasihi anak yatim.<br />
• Jauhilah buruk sangka, buanglah angan-angan, khayalan-khayalan yang merusak, dan pikiran-pikiran yang sakit.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/miiqdm.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/miiqdm.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/miiqdm.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/miiqdm.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/miiqdm.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/miiqdm.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/miiqdm.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/miiqdm.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/miiqdm.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/miiqdm.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/miiqdm.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/miiqdm.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/miiqdm.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/miiqdm.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/miiqdm.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/miiqdm.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=miiqdm.wordpress.com&amp;blog=3939075&amp;post=38&amp;subd=miiqdm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://miiqdm.wordpress.com/2008/06/22/membahagiakan-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0574b79ecfab39ca2c00a687099e724?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MIIQ DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
